Posts Tagged ‘Bisnis’

Intel Menggandeng Pengusaha Lokal Aceh

Perusahaan komputer Intel Indonesia Corporation menggandeng pengusaha Provinsi Aceh untuk memproduksi komputer lokal dengan merek “PC Get”, guna memenuhi kebutuhan pasar di wilayah tersebut.

“Kerjasama dengan pengusaha Aceh merupakan upaya dan komitmen kami memajukan industri Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK) di Indonesia,” kata Manejer Intel Indonesia Corporation, Budi Wahyu di Banda Aceh, Selasa.

Kerjasama Intel Indonesia Corporation dengan PT Global Enterepreneur Technology, perusahaan lokal itu juga dimaksudkan agar masyarakat Aceh terus terdorong untuk merasakan manfaat penggunaan komputer dalam kehidupan sehari-hari.

Dijelaskan, perusahaan mikroprosesor terbesar di dunia itu selain memperluas akses masyarakat teknologi informatika, juga menyediakan akses pengadaan komputer berkualitas dengan harga bisa terjangkau masyarakat luas.

Komisaris PT Global Enterepreneur Technology, Amir Faisal, menyatakan selama ini hanya orang-orang tertentu yang memiliki komputer dikarenakan harga beli dipasaran masih tinggi

“Faktor masih tingginya harga satuan komputer itu berdampak terbatasnya kepemilikan. Karena itu kami berpikir kehadiran perusahaan komputer di Aceh sangat diperlukan masyarakat,” katanya menjelaskan.

Produk TIK perusahaan lokal di Aceh itu dilengkapi dengan prosesor intel. Komputer produk lokal tersebut akan dipasarkan dengan harga bisa terjangkau masyarakat, khususnya dari kalangan menengah ke bawah.

“Melalui penggunaan komputer dalam kehidupan sehari-hari maka akan mendorong masyarakat mempercepat akses informasi kepada masyarakat,” kata dia.

Perusahaan komputer lokal tersebut juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh untuk tujuan pengembangan TIK, khususnya di daerah pedalaman dan tertinggal di provinsi ujung paling barat Indonesia ini.

“Kehadiran kami juga bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat, karena akan mampu menampung tenaga kerja dalam jumlah relatif banyak,” kata Amir Faisal.(*)

http://www.antaranews.com

Yuk Jadi Pengusaha!

Dalam satu tahun terakhir sering saya dengar atau temui anak-anak muda yang mulai mendapatkan penghasilan tambahan atau istilahnya side job dengan melakukan beragam hal yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya. Mulai menjadi penerjemah buku, laporan tahunan perusahaan atau product manual dari beragam brand terkenal. Selain itu juga ada yang menjadi graphic designer atau konsultan beragam kebutuhan perusahaan seperti disain, komunikasi, atau sebagai penyelenggara acara (event organiser). Yang lebih mengesankan lagi semua itu dikerjakan dari mal, cafe, coffee shop atau internet cafe. Bahkan rumah dan warnet pun semakin ditinggalkan sebagai tempat bekerja. Yang menjadi klien mulai dari keluarga, sahabat atau kerabat dekat. Banyak dari anak-anak muda tersebut yang masih menyelesaikan kuliah. Tidak sedikit juga yang baru mulai bekerja di perusahaan-perusahaan konsultan asing bergengsi di Jakarta dan Surabaya. Sangat dinamis, sangat penuh gairah dan sangat cerah masa depan dari anak-anak muda tersebut. Kombinasi antara working hard, working smart dan playing hard semakin bergeser dari tren musiman menjadi gaya hidup. Kalau keadaan ini terus berlangsung bahkan terus ditingkatkan, dapat dipastikan bahwa prospek bisnis dan perekonomian Indonesia juga semakin cerah. Fenomena ini membuktikan bahwa banyak bakat yang tidak lagi terpendam yang dimiliki oleh generasi muda Indonesia. Fenomena ini juga membuktikan bahwa generasi yang lebih tua atau setidaknya lebih senior semakin terbiasa mempercayakan pekerjaan yang cukup penting kepada generasi muda yang minim namun haus pengalaman. Yang penting adalah keberanian untuk memulai dan mencoba serta komitmen yang tinggi terhadap kualitas dan tenggat waktu. Bagi saya dan rekan-rekan pengusaha muda, fenomena ini sangat kami syukuri. Bukan apa-apa, mereka dapat benar-benar memenuhi beragam kebutuhan usaha yang tadinya hanya dilayani oleh konsultan asing yang harganya tidak murah dan hasilnya sering kali kurang memuaskan. Walaupun masih bersifat informal, kompetisi sudah mulai tampak bahkan meningkat di antara para side -jobers. Mungkin tidak lama lagi sebagian dari mereka akan mulai mendirikan perusahaannya sendiri dan perlahan-lahan menjadi sekumpulan pengusaha muda yang kreatif, haus pengalaman dan tentunya haus akan keberhasilan. Saat itu, harga mereka tidak akan semurah yang mereka tawarkan sekarang. Tapi tidak apa-apa. Lebih ‘sreg’ rasanya membayar agak lebih mahal kepada sesama pengusaha nasional yang masih muda-muda, dibandingkan perusahaan besar, apalagi perusahan asing. Mari menjadi juara di negeri sendiri. Yuk jadi pengusaha!

Sandiaga S. Uno Ketua Dewan Pembina BPP HIPMI

From: http://www.hipmi.org

BISNIS PLAN LAUNDRY KILOAN

Berikut ini sedikit gambaran bisnis plan mengenai usaha laundry kiloan. Apabila ada pertanyaan atau masukan silakan dikirim melalui comment atau ke remouldi@hotmail.com

SEMOGA BERMANFAAT

OVERVIEW

Cukup banyak yang tertarik dengan Bisnis Laundry Kiloan saat ini, mungkin bisnis plan untuk bisnis laundry kecil-kecilan ini bisa dijadikan referensi tambahan..

Bisnis laundry merupakan bisnis yang mengandalkan jasa. Sehingga sangat penting untuk berorientasi pada kepuasan pelanggan. Mendapatkan pelanggan yang loyal merupakan suatu keberhasilan bagi bisnis ini .

Perlu untuk di ketahui fundamental dari bisnis ini secara professional. Apa saja jasa yang akan diberikan, siapa saja target customernya, siapa saja yang menjadi pemilik, berapa biaya yang dibutuhkan.

Produk dan jasa :

  • Jasa cuci
  • Jasa cuci & kering
  • Jasa Cuci, kering, & setrika
  • Layanan antar jemput

Nilai tambah yang bisa diberikan:

  • Menggunakan sabun bermutu baik
  • pewangi pakaian tahan lama
  • hasil cucian bersih, pemisahan baju putih dan berwarna
  • cucian tidak dicampur dengan orang lain
  • control terhadap kepemilikan baju yang baik, sehingga tidak ada baju yang hilang
  • Perawatan warna baju yang baik
  • Discount untuk pelanggan
  • Discount untuk 10 kali cuci.

MARKETING PLAN

Perlu untuk dilakukan survey kecil-kecilan terhadap pangsa pasarnya seperti profesi penduduk disekitar lokasi, umur, penghasilan rata-rata, pendidikan, karakteristik konsumen.

 Survey bisa dilakukan secara langsung dan juga berdasar data-data sekunder untuk melihat seberapa besar pangsa pasar bisnis ini, dan mencari kemungkinan untuk di kembangkan.

Bisnis ini paling baik berlokasi yang dekat dengan kos-kosan mahasiswa, rumah sewa karyawan/ karyawati, salon, juga perumahan.

Buat juga apa saja yang menjadi competitor untuk bisnis ini misal jasa cuci bulanan, laundry & dry clean. Buatlah list competitor, selanjutnya analisis kelebihan dan kekurangannya.  Dari hasil tersebut dapat dijadikan dasar untuk bersaing yang baik.

Selanjutnya perencanaan promosi bisnis agar orang-orang tau ini loh jasa yang bisa kita berikan. Misal dengan membuat leaflet, pamflet, promosi dari mulut ke mulut, spanduk, radio, arisan,. Tetapkan juga nominal budget promosi, seberapa sering dan cara yang paling efektif untuk menunjang bisnis secara konsisten.

PRICING STRATEGY

Perlu juga diamati apakah pangsa pasar yang ada berorientasi pada kualitas produk atau pada harga. Bandingkan pula dengan harga kompetitor.

Penetapan harga yang terlalu rendah belum tentu baik, karena tidak semua orang perduli dengan harga yang murah selain itu keuntungan menjadi sangat tipis. Salah salah malah dibilang murahan. Lebih baik memberikan harga rata-rata dengan kualitas baik.

OPERATIONAL PLAN

Buatlah Prosedur tetap:

  • Pencucian pakaian mulai dari takaran sabun, pewangi, pengendalian kepemilikan baju, pembungkusan.
  • Pencucian boneka, bedcover dll.
  • Kartu Langganan

Susunlah peralatan-peralatan dengan efektif dan seefisien mungkin, untuk menghemat waktu pengerjaan, nyaman dan enak dipandang.

Rincikan kebutuhan peralatan dan bahan penunjang seperti mesin cuci, timbangan, pengering, setrika, listrik yang menunjang, telepon, dan bahan habis pakai lainnya.

Tetapkan kebutuhan minimal bahan habis pakai sebelum memesan kembali ke supplier.

Rekrutlah karyawan yang kompeten serta berikan pelatihan yang memadai. Karyawan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan bisnis. Rancanglah system penggajian yang adil dan sesuai dengan beban kerja. Berikan bonus jika omset meningkat, karena hal ini dapat meningkatkan semangat kerja karyawan untuk memberikan yang terbaik.

Carilah supplier terbaik yang dapat diandalkan untuk menunjang kelancaran bisnis, terus menerus melakukan improvement disisi supplier merupakan suatu keuntungan.

BEGINNING FINANCIAL REPORT

Neraca digunakan untuk melihat kondisi kekayaan perusahaan pada tanggal neraca.

Pentingnya membuat neraca awal agar dapat dibandingkan dengan kondisi yang akan datang. Untuk mengetahui perubahan struktur kekayaan perusahaan.

Neraca

Aktiva = Pasiva

AKTIVA PASIVA
Aktiva Lancar Utang  
Kas xx Utang jangka pendek xx
Bank xx Utang jangka panjang xx
Sediaan Barang xx    
Piutang Usaha xx    
Total Aktiva Lancar A Total Utang C
 
Aktiva Tetap Modal  
Peralatan xx Modal A xx
Kendaraan xx Modal B xx
Gedung xx    
Tanah xx    
Total Aktiva Tetap B Total Modal D
       
Total Aktiva A+B Total Pasiva C+D

Laporan Laba Rugi fungsinya untuk mengetahui besarnya laba/ rugi yang diperoleh dari suatu bisnis, biasanya laporan ini dibuat bulanan.

   Format Laporan Laba Rugi :

Pendapatan:Penjualan kotorHarga Pokok Penjualan 

            Penjualan Bersih

Pendapatan lain-lain

        xx        (xx)+        xx 

        xx +

Total Pendapatan          A
Pengeluaran: 

  • Biaya Gaji
  • Biaya sewa
  • Tenaga kerja tidak langsung
  • ATK
  • Maintenance
  • Promosi
  • Sewa kendaraan
  • Sewa tempat
  • Telepon
  • Perlengkapan
  • Asuransi
  • Pajak
  • Depresiasi
  • Cicilan
  • Bunga
  • Biaya lain-lain
xxxxxx 

xx

xx

xx

xx

xx +

Total Pengeluaran    B
Laba/Rugi  A-B
   

Membuat estimasi laporan laba rugi dalam 1 tahun dapat dijadikan target pencapaian bisnis.

BREAK EVEN POINT

Break Even Point merupakan estimasi kasar untuk menghitung berapa lama modal yang dikeluarkan akan kembali.

Rumus nya:

Total Pendapatan    = Total Pengeluaran

(Harga Jual x Qty)  = (Biaya tetap + biaya variabel)

Estimasi dalam 1 bulan:

Qty        =   10  kg x    30 hari    =  300 kg

Harga   = 300  kg x  Rp 5000   = Rp 1.500.000

Biaya Variabel                             = Rp   1.000.000

Biaya Tetap                                = Rp 15.000.000

Estimasi BEP

             = Total Biaya Tetap / (Penjualan – Biaya Variabel)

             = Rp 15.000.000     / (1.500.000 – Rp 1.000.000)

             = 30 bulan  atau 2 tahun 4 bulan

Biaya Variabel merupakan biaya yang bertambah jika kuantitas penjualan atas suatu produk bertambah.

Contoh biaya variabel pada bisnis laundry:

  • – Sabun
  • – Pewangi
  • – Tenaga kerja langsung
  • – Pembungkusan

Biaya Tetap merupakan biaya yang tetap dan tidak terpengaruh dengan kuantitas penjualan atas suatu produk.

Contoh biaya tetap pada bisnis laundry:

  • – Peralatan
  • – Tenaga kerja tidak langsung
  • – ATK
  • – Maintenance
  • – Promosi
  • – Sewa kendaraan
  • – Sewa tempat
  • – Telepon
  • – Perlengkapan
  • – Asuransi
  • – Pajak
  • – Depresiasi
  • – Biaya lain-lain
  • – Cicilan
  • – Bunga

Taken from www.kartikasari08.wordpress.com