Archive for the ‘Kehidupan’ Category

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H

Kami Mengucapkan Selamat Hari raya Idul Fitri 1429 Hijriyah

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Semoga Segala Amal Ibadah Kita Selama Bulan Ramadhan Diterima Allah SWT, Sehingga Kita Dapat Kembali Menjadi Insan Yang Fitri.. Amieen.. 

Advertisements

Umur kok jadi masalah?

JAKARTA (Suara Karya): Sejumlah organisasi kepemudaan mendukung penuh upaya Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Menneg Pora) melahirkan Undang-undang (UU) Kepemudaan. Namun hingga saat ini, perdebatan masalah batas umur yang dikategorikan pemuda dan tercantum di draf Rancangan UU Kepemudaan masih menjadi perdebatan.

Demikian terungkap dalam Lokakarya RUU tentang tentang Pembangunan Kepemudaan oleh 20 organisasi kepemudaan di Indonesia serta kalangan mahasiswa, di Jakarta, kemarin.
Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Menseneg) Sakhyan Asmara mengatakan, UU Kepemudaan merupakan aspirasi dari masyarakat pemuda, khususnya organisasi kepemudaan dan mahasiswa yang sejak lama mengidamkan UU Kepemudaan. Namun baru sekarang RUU Kepemudaan itu dapat direalisasikan setelah Kementerian Negara Pemuda Dan Olahraga kembali terbentuk.
Lebih lanjut Sakhyan menegaskan substansi Undang-undang Kepemudaan tidak mengatur pemuda secara fisik, melainkan mengatur tentang fungsi yang dititikberatkan kepada perlindungan, pemberdayaan, dan pengembangan pemuda. Tujuannya ialah agar para pemuda dan organisasi/lembaga kepemudaan dapat berdaya, berkembang serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
Namun beberapa masalah krusial menjadi perdebatan di antaranya soal definisi usia pemuda. Dalam draf RUU, pemuda disebut berusia 18 sampai 35 tahun. Terkait hal ini, beberapa aktivis pemuda mengusulkan usia pemuda hingga 40 tahun.
“Kami akan mempelajari semua masukan tersebut. Semakin banyak masukan semakin baik produk UU tersebutnantinya. Saya berharap RUU ini bisa selesai sebelum waktu yang ditetapkan, sehingga harus segera bisa dibahas oleh DPR,” kata Sakhyan.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Pembinaan Hukum Nasional Prof DR Abdul Gani menyatakan, bahwa Undang-undang ini tidak hanya menekankan dari aspek kepastian hukum, melainkan juga memberikan tekanan kepada aspek keadilan bagi para pemuda dan organisasi kepemudaan. Produk hukum ini juga sekaligus bisa mengatur peran pemuda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Seperti diketahui, dalam lokakarya yang berlangsung di gedung Bidakara, Jakarta, tersebut hadir para pimpinan organisasi pemuda, di antaranya, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Mahasiswa Pancasila, Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI), Pemuda Muhammadiyah, dan organisasi kepemudaan lainnya. Seluruh organisasi kepemudaan ini diharapkan dapat memberi masukan bagi penyempurnaan RUU Kepemudaan yang diperkirakan selesai sebelum Oktober 2006. (Wem Fauzi)
Sumber : Suara Karya

My Comment: Bapak-bapak ini benar-benar kurang kerjaan ya? Umur saja dijadikan masalah buat isi RUU.. Pak, jangan dilihat umurnya, lihat kontribusi nya saja lah.. Anak kecil yang tidak termasuk usia pemuda saja sudah bisa bawa nama bangsa sebagai juara Olimpiade Fisika & Biologi, masa Bapak yang berpendidikan tinggi (Asli ngga ya ijazahnya??) dan bergaji lumayan besar malah meributkan soal umur pemuda? Kami pengusaha muda Indonesia, Insya Alloh akan selalu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kami dan orang lain, bahkan termasuk Bapak, karena dengan menyisihkan penghasilan kami untuk membayar zakat kami membantu meringankan negara mengurangi jumlah orang miskin di Indonesia dan dengan menyisihkan penghasilan kami untuk membayar pajak, yang digunakan untuk menggaji Bapak-Bapak sekalian. Amanat dari kami, mohon jangan sampai uang yang kami setorkan kepada Bapak menjadi sia-sia. Terima kasih.

*Untuk rekan-rekan lain yang ingin berkomentar, sangat dipersilahkan karena negara ini negara demokrasi. ????

SELAMAT IDUL FITRI 1429 H

“MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 HIJRIYAH”

Semoga Seluruh Amal Ibadah Kita Di Bulan Ramadhan 1429 H Diterima Allah SWT Sehingga Kita Kembali Menjadi Insan Yang Fitri. 

Amien Ya Robb..

—Taqobalallohu Minna Wa Minkum—

k3.JPG

Hidup Semasa Hidup

d9.jpgHidup, berawal dari suatu proses kelahiran yang kemudian berlanjut dengan proses perkembangan fisik dan mental yang didasari dengan bimbingan keluarga dan lingkungan. Tumbuh dan berkembangnya pola pikir, sifat dan akhlak sangatlah ditentukan oleh apa yang di input kepada otak kita semasa kecil dan remaja. Kesalahan yang saya lakukan ialah salah memilih teman dan mencoba hal-hal yang sama sekali tidak perlu dicoba atau bahkan jangan pernah ada dalam pikiran kita. Narkotika telah membuat hidup saya berubah menjadi kelam dan semakin kelam. Beruntunglah Tuhan masih memeberikan saya kesempatan untuk hidup dan memperbaiki diri, mengganti waktu-waktu yang telah tersia-siakan selama ini. Yang ada di dalam benak hanyalah perkataan “cukuplah saya yang mengalami dan merasakan hal ini”. Tidak ingin rasanya melihat dan mendengar orang lain merasakan dan mengalami apa yang saya rasakan dan alami. (Meskipun kenyataannya mungkin banyak cerita yang lebih menyedihkan daripada saya). Percuma saja menyesali, karena tidak akan membuat masa lalu menjadi lebih baik, yang sekarang harus dilakukan hanyalah melihat ke depan, menentukan arah yang lebih baik dan melangkah maju. Masalah berhasil atau tidak nya kita dalam suatu bidang yang kita jalani bukanlah urusan kita, hanyalah Tuhan yang mengetahui hasil akhir dari suatu proses. Bahkan seorang ulama pun, yang kita anggap baik track recordnya belum tentu masuk surga, karena surga dan neraka hanyalah urusan Sang Pencipta semata. Jalanilah hidup semaksimal mungkin, jangan biarkan waktu kita terbuang percuma untuk hal yang sia-sia. Tidak ada akhir untuk menuntut ilmu, karena tinta sebanyak air di lautan pun tidak akan cukup untuk menuliskan ilmu-ilmu yang ada di dunia ini. Janganlah merasa paling memiliki akan ilmu yang dititipkan kepada kita, berbagi lebih baik daripada menikmatinya sendiri.

Meskipun saat ini penyakit demi penyakit terus menggerogoti saya, namun hanya semangat yang bisa membuat saya bertahan hidup. Tanpa semangat, apapun yang kita lakukan tidak akan lagi bermakna. Penyakit yang katanya belum ada obatnya ini menemani dalam kesehariansaya, kadang mengganggu namun kadang juga terasa menyenangkan. Mengganggu, karena dirasakan mengurangi waktu aktifitas fisik saya, namun juga menyenangkan bila mengingat kesempatan yang diberikan Tuhan kepada saya untuk bertaubat,belajar dan berbagi.

Hindari narkoba, carilah lingkungan yang tidak akan menjerumuskan anda ke dalam hal-hal negatif, lakukan hal-hal positif yang selalu menyehatkan otak dan hati anda. Meskipun kita hanya bisa berusaha, namun setidaknya Tuhan juga menyayangi umatnya yang mau berubah dan berusaha untuk merubah. Wassalamu’alaikum.