Memisahkan Uang Usaha dan Uang Rumah Tangga

 Uang usaha dianggap sebagai uang pribadi lantaran usaha 100% milik sendiri tentunya rentan dialami pebisnis. Berdasarkan anggapan tersebut, pengelolaan keuangan untuk dua kepentingan itu pun disatukan oleh pebisnis. Padahal meski pun pengelolaan keuangan usaha dan rumah tangga sering dianggap enteng, namun persoalan yang ditimbulkan dari kebiasaan mencampuradukkan keuangan bisnis dengan keuangan rumah tangga kerap terjadi.

Dalam sebuah buku karangan perencana keuangan Safir Senduk yang berjudul ‘Buka Usaha Ngga Kaya? Percuma….!!’, pemisahan keuangan usaha dan keuangan pribadi menjadi salah satu kiat diantara lima kiat praktis mengelola penghasilan bagi pengusaha agar bisa kaya. Ada beberapa alasan disebutkan mengapa banyak orang senang mencampur keuangan pribadi dengan keuangan keluarga. Penyebab umumnya ada tiga, yaitu karena malas membuka rekening baru sebagai rekening usaha, terbiasa menggunakan satu rekening saja untuk berbagai kepentingan termasuk untuk usaha, atau karena adanya pandangan bahwa uang usaha adalah uang pribadi tadi.

Hanya berkeinginan untuk memisahkan kedua sistem keuangan tersebut juga tidak cukup. Lebih dari itu aksi nyata yang terbilang sulit untuk dimulai merupakan keharusan. Salah satu solusi yang ditawarkan buku tersebut adalah menggunakan sistem pencatatan akuntansi. Salah satu keuntungan penggunaan pencatatan akuntansi adalah orang akan merasa malu jika banyak melakukan  pengambilan untuk kepentingan pribadi. Kalau dirasa perlu, dianjurkan menggunakan sofware yang memudahkan pencatatan sistem akuntansi usaha.

Lebih  lanjut, pemisahan tersebut harus diikuti komitmen untuk tidak mengambil uang untuk kepentingan pribadi dari pos pemasukan. Untuk langkah ini ada baiknya pebisnis mempersiapkan lebih dari satu account. Jadi account untuk kepentingan usaha dengan account kepentingan pribadi dibuat terpisah. Jika pun suatu saat pebisnis terpaksa mengambil uang usaha untuk kepentingan pribadi, sebaiknya cepat diganti.

Dalam diskusi di sebuah milis bisnis, diuraikan bahwa dengan adanya rekening yg terpisah pebisnis akan bisa melihat pertumbuhan usaha baik dari sisi perputaran maupun  pertumbuhan modalnya. Disamping itu pebisnis juga bisa mengetahui sudah berapa biaya yg keluar untuk usaha dan berapa pendapatan yang telah masuk, apakah usaha masih minus atau sudah positif, dan kalaupun minus apakah masih wajar atau tidak dan sebagainya.

Tentu saja tips yang ada dalam buku tersebut tak serta merta bisa berjalan tanpa adanya keseriusan pebisnis untuk menjalankannya. Kemauan dan kedisiplinan menjadi ujung tombak dapat terlaksananya langkah tersebut. (SH)

Sumber : www.wirausaha.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: