Archive for October, 2007

Memisahkan Uang Usaha dan Uang Rumah Tangga

 Uang usaha dianggap sebagai uang pribadi lantaran usaha 100% milik sendiri tentunya rentan dialami pebisnis. Berdasarkan anggapan tersebut, pengelolaan keuangan untuk dua kepentingan itu pun disatukan oleh pebisnis. Padahal meski pun pengelolaan keuangan usaha dan rumah tangga sering dianggap enteng, namun persoalan yang ditimbulkan dari kebiasaan mencampuradukkan keuangan bisnis dengan keuangan rumah tangga kerap terjadi.

Dalam sebuah buku karangan perencana keuangan Safir Senduk yang berjudul ‘Buka Usaha Ngga Kaya? Percuma….!!’, pemisahan keuangan usaha dan keuangan pribadi menjadi salah satu kiat diantara lima kiat praktis mengelola penghasilan bagi pengusaha agar bisa kaya. Ada beberapa alasan disebutkan mengapa banyak orang senang mencampur keuangan pribadi dengan keuangan keluarga. Penyebab umumnya ada tiga, yaitu karena malas membuka rekening baru sebagai rekening usaha, terbiasa menggunakan satu rekening saja untuk berbagai kepentingan termasuk untuk usaha, atau karena adanya pandangan bahwa uang usaha adalah uang pribadi tadi.

Hanya berkeinginan untuk memisahkan kedua sistem keuangan tersebut juga tidak cukup. Lebih dari itu aksi nyata yang terbilang sulit untuk dimulai merupakan keharusan. Salah satu solusi yang ditawarkan buku tersebut adalah menggunakan sistem pencatatan akuntansi. Salah satu keuntungan penggunaan pencatatan akuntansi adalah orang akan merasa malu jika banyak melakukan  pengambilan untuk kepentingan pribadi. Kalau dirasa perlu, dianjurkan menggunakan sofware yang memudahkan pencatatan sistem akuntansi usaha.

Lebih  lanjut, pemisahan tersebut harus diikuti komitmen untuk tidak mengambil uang untuk kepentingan pribadi dari pos pemasukan. Untuk langkah ini ada baiknya pebisnis mempersiapkan lebih dari satu account. Jadi account untuk kepentingan usaha dengan account kepentingan pribadi dibuat terpisah. Jika pun suatu saat pebisnis terpaksa mengambil uang usaha untuk kepentingan pribadi, sebaiknya cepat diganti.

Dalam diskusi di sebuah milis bisnis, diuraikan bahwa dengan adanya rekening yg terpisah pebisnis akan bisa melihat pertumbuhan usaha baik dari sisi perputaran maupun  pertumbuhan modalnya. Disamping itu pebisnis juga bisa mengetahui sudah berapa biaya yg keluar untuk usaha dan berapa pendapatan yang telah masuk, apakah usaha masih minus atau sudah positif, dan kalaupun minus apakah masih wajar atau tidak dan sebagainya.

Tentu saja tips yang ada dalam buku tersebut tak serta merta bisa berjalan tanpa adanya keseriusan pebisnis untuk menjalankannya. Kemauan dan kedisiplinan menjadi ujung tombak dapat terlaksananya langkah tersebut. (SH)

Sumber : www.wirausaha.com

Advertisements

Umur kok jadi masalah?

JAKARTA (Suara Karya): Sejumlah organisasi kepemudaan mendukung penuh upaya Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Menneg Pora) melahirkan Undang-undang (UU) Kepemudaan. Namun hingga saat ini, perdebatan masalah batas umur yang dikategorikan pemuda dan tercantum di draf Rancangan UU Kepemudaan masih menjadi perdebatan.

Demikian terungkap dalam Lokakarya RUU tentang tentang Pembangunan Kepemudaan oleh 20 organisasi kepemudaan di Indonesia serta kalangan mahasiswa, di Jakarta, kemarin.
Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Menseneg) Sakhyan Asmara mengatakan, UU Kepemudaan merupakan aspirasi dari masyarakat pemuda, khususnya organisasi kepemudaan dan mahasiswa yang sejak lama mengidamkan UU Kepemudaan. Namun baru sekarang RUU Kepemudaan itu dapat direalisasikan setelah Kementerian Negara Pemuda Dan Olahraga kembali terbentuk.
Lebih lanjut Sakhyan menegaskan substansi Undang-undang Kepemudaan tidak mengatur pemuda secara fisik, melainkan mengatur tentang fungsi yang dititikberatkan kepada perlindungan, pemberdayaan, dan pengembangan pemuda. Tujuannya ialah agar para pemuda dan organisasi/lembaga kepemudaan dapat berdaya, berkembang serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
Namun beberapa masalah krusial menjadi perdebatan di antaranya soal definisi usia pemuda. Dalam draf RUU, pemuda disebut berusia 18 sampai 35 tahun. Terkait hal ini, beberapa aktivis pemuda mengusulkan usia pemuda hingga 40 tahun.
“Kami akan mempelajari semua masukan tersebut. Semakin banyak masukan semakin baik produk UU tersebutnantinya. Saya berharap RUU ini bisa selesai sebelum waktu yang ditetapkan, sehingga harus segera bisa dibahas oleh DPR,” kata Sakhyan.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Pembinaan Hukum Nasional Prof DR Abdul Gani menyatakan, bahwa Undang-undang ini tidak hanya menekankan dari aspek kepastian hukum, melainkan juga memberikan tekanan kepada aspek keadilan bagi para pemuda dan organisasi kepemudaan. Produk hukum ini juga sekaligus bisa mengatur peran pemuda dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Seperti diketahui, dalam lokakarya yang berlangsung di gedung Bidakara, Jakarta, tersebut hadir para pimpinan organisasi pemuda, di antaranya, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Mahasiswa Pancasila, Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI), Pemuda Muhammadiyah, dan organisasi kepemudaan lainnya. Seluruh organisasi kepemudaan ini diharapkan dapat memberi masukan bagi penyempurnaan RUU Kepemudaan yang diperkirakan selesai sebelum Oktober 2006. (Wem Fauzi)
Sumber : Suara Karya

My Comment: Bapak-bapak ini benar-benar kurang kerjaan ya? Umur saja dijadikan masalah buat isi RUU.. Pak, jangan dilihat umurnya, lihat kontribusi nya saja lah.. Anak kecil yang tidak termasuk usia pemuda saja sudah bisa bawa nama bangsa sebagai juara Olimpiade Fisika & Biologi, masa Bapak yang berpendidikan tinggi (Asli ngga ya ijazahnya??) dan bergaji lumayan besar malah meributkan soal umur pemuda? Kami pengusaha muda Indonesia, Insya Alloh akan selalu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kami dan orang lain, bahkan termasuk Bapak, karena dengan menyisihkan penghasilan kami untuk membayar zakat kami membantu meringankan negara mengurangi jumlah orang miskin di Indonesia dan dengan menyisihkan penghasilan kami untuk membayar pajak, yang digunakan untuk menggaji Bapak-Bapak sekalian. Amanat dari kami, mohon jangan sampai uang yang kami setorkan kepada Bapak menjadi sia-sia. Terima kasih.

*Untuk rekan-rekan lain yang ingin berkomentar, sangat dipersilahkan karena negara ini negara demokrasi. ????

SELAMAT IDUL FITRI 1429 H

“MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 HIJRIYAH”

Semoga Seluruh Amal Ibadah Kita Di Bulan Ramadhan 1429 H Diterima Allah SWT Sehingga Kita Kembali Menjadi Insan Yang Fitri. 

Amien Ya Robb..

—Taqobalallohu Minna Wa Minkum—

k3.JPG