<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PENGUSAHA MUDA MASA DEPAN INDONESIA</title>
	<atom:link href="http://pengusahamuda.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pengusahamuda.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Feb 2009 05:01:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='pengusahamuda.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/0375b28a16268dfdc32ac6d47062cdd4?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PENGUSAHA MUDA MASA DEPAN INDONESIA</title>
		<link>http://pengusahamuda.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Yuk Jadi Pengusaha!</title>
		<link>http://pengusahamuda.wordpress.com/2009/02/02/yuk-jadi-pengusaha/</link>
		<comments>http://pengusahamuda.wordpress.com/2009/02/02/yuk-jadi-pengusaha/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 04:52:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha muda]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<category><![CDATA[usaha sendiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengusahamuda.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Dalam satu tahun terakhir sering saya dengar atau temui anak-anak muda yang mulai mendapatkan penghasilan tambahan atau istilahnya side job dengan melakukan beragam hal yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya. Mulai menjadi penerjemah buku, laporan tahunan perusahaan atau product manual dari beragam brand terkenal. Selain itu juga ada yang menjadi graphic designer atau konsultan beragam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=75&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Dalam satu tahun terakhir sering saya dengar atau temui anak-anak muda yang mulai mendapatkan penghasilan tambahan atau istilahnya side job dengan melakukan beragam hal yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya. Mulai menjadi penerjemah buku, laporan tahunan perusahaan atau product manual dari beragam brand terkenal. Selain itu juga ada yang menjadi graphic designer atau konsultan beragam kebutuhan perusahaan seperti disain, komunikasi, atau sebagai penyelenggara acara (event organiser).  Yang lebih mengesankan lagi semua itu dikerjakan dari mal, cafe, coffee shop atau internet cafe. Bahkan rumah dan warnet pun semakin ditinggalkan sebagai tempat bekerja. Yang menjadi klien mulai dari keluarga, sahabat atau kerabat dekat.  Banyak dari anak-anak muda tersebut yang masih menyelesaikan kuliah. Tidak sedikit juga yang baru mulai bekerja di perusahaan-perusahaan konsultan asing bergengsi di Jakarta dan Surabaya.  Sangat dinamis, sangat penuh gairah dan sangat cerah masa depan dari anak-anak muda tersebut. Kombinasi antara working hard, working smart dan playing hard semakin bergeser dari tren musiman menjadi gaya hidup.  Kalau keadaan ini terus berlangsung bahkan terus ditingkatkan, dapat dipastikan bahwa prospek bisnis dan perekonomian Indonesia juga semakin cerah.  Fenomena ini membuktikan bahwa banyak bakat yang tidak lagi terpendam yang dimiliki oleh generasi muda Indonesia. Fenomena ini juga membuktikan bahwa generasi yang lebih tua atau setidaknya lebih senior semakin terbiasa mempercayakan pekerjaan yang cukup penting kepada generasi muda yang minim namun haus pengalaman. Yang penting adalah keberanian untuk memulai dan mencoba serta komitmen yang tinggi terhadap kualitas dan tenggat waktu.  Bagi saya dan rekan-rekan pengusaha muda, fenomena ini sangat kami syukuri. Bukan apa-apa, mereka dapat benar-benar memenuhi beragam kebutuhan usaha yang tadinya hanya dilayani oleh konsultan asing yang harganya tidak murah dan hasilnya sering kali kurang memuaskan. Walaupun masih bersifat informal, kompetisi sudah mulai tampak bahkan meningkat di antara para side -jobers.  Mungkin tidak lama lagi sebagian dari mereka akan mulai mendirikan perusahaannya sendiri dan perlahan-lahan menjadi sekumpulan pengusaha muda yang kreatif, haus pengalaman dan tentunya haus akan keberhasilan. Saat itu, harga mereka tidak akan semurah yang mereka tawarkan sekarang.  Tapi tidak apa-apa. Lebih â€˜sregâ€™ rasanya membayar agak lebih mahal kepada sesama pengusaha nasional yang masih muda-muda, dibandingkan perusahaan besar, apalagi perusahan asing. Mari menjadi juara di negeri sendiri. Yuk jadi pengusaha!</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Sandiaga S. Uno Ketua Dewan Pembina BPP HIPMI</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">From: www.hipmi.org</span><strong><em><br />
</em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengusahamuda.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengusahamuda.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengusahamuda.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengusahamuda.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengusahamuda.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengusahamuda.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengusahamuda.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengusahamuda.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengusahamuda.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengusahamuda.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=75&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengusahamuda.wordpress.com/2009/02/02/yuk-jadi-pengusaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada6facb75bde084d5c9f1d48b6835a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">illuminates</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Alamat DR.Theo Penemu Keladi Tikus</title>
		<link>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/10/17/alamat-drtheo-penemu-keladi-tikus/</link>
		<comments>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/10/17/alamat-drtheo-penemu-keladi-tikus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 20:03:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[keladi tikus]]></category>
		<category><![CDATA[Obat Kanker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengusahamuda.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Saya bantu beri sedikit informasi untuk teman2 yang mencari alamat cancer care di Malaysia bisa liat ke websitenya Prof.Dr.Theo, Malaysia di : www.cacare.com
atau mau email langsung ke Dr.Theo : chris@cacare.com
atau mau ke perwakilannya Dr.Theo bisa langsung dengan bpk. Teddy Setiawan, Phone: 021-8190785 E-mail: teddys.ted@gmail.com
Address: Komplek Cipinang Elok 2 , JL. Cipinang Elok 2, Blok AJ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=66&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya bantu beri sedikit informasi untuk teman2 yang mencari alamat cancer care di Malaysia bisa liat ke websitenya Prof.Dr.Theo, Malaysia di : www.cacare.com<br />
atau mau email langsung ke Dr.Theo : chris@cacare.com</p>
<p>atau mau ke perwakilannya Dr.Theo bisa langsung dengan bpk. Teddy Setiawan, Phone: 021-8190785 E-mail: teddys.ted@gmail.com</p>
<p>Address: Komplek Cipinang Elok 2 , JL. Cipinang Elok 2, Blok AJ No. 13.</p>
<p>Jakarta Timur, 13420, Indonesia.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengusahamuda.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengusahamuda.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengusahamuda.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengusahamuda.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengusahamuda.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengusahamuda.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengusahamuda.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengusahamuda.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengusahamuda.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengusahamuda.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=66&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/10/17/alamat-drtheo-penemu-keladi-tikus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada6facb75bde084d5c9f1d48b6835a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">illuminates</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BISNIS PLAN LAUNDRY KILOAN</title>
		<link>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/10/11/bisnis-plan-laundry-kiloan/</link>
		<comments>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/10/11/bisnis-plan-laundry-kiloan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 07:27:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis laundry]]></category>
		<category><![CDATA[cuci baju kiloan]]></category>
		<category><![CDATA[cuci kiloan]]></category>
		<category><![CDATA[Laundry kiloan]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>
		<category><![CDATA[usaha sendiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengusahamuda.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini sedikit gambaran bisnis plan mengenai usaha laundry kiloan. Apabila ada pertanyaan atau masukan silakan dikirim melalui comment atau ke remouldi@hotmail.com 
SEMOGA BERMANFAAT
OVERVIEW
Cukup banyak yang tertarik dengan Bisnis Laundry Kiloan saat ini, mungkin bisnis plan untuk bisnis laundry kecil-kecilan ini bisa dijadikan referensi tambahan..
Bisnis laundry merupakan bisnis yang mengandalkan jasa. Sehingga sangat penting untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=70&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Berikut ini sedikit gambaran bisnis plan mengenai usaha laundry kiloan. Apabila ada pertanyaan atau masukan silakan dikirim melalui comment atau ke <a href="mailto:remouldi@hotmail.com">remouldi@hotmail.com</a> </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>SEMOGA BERMANFAAT</strong></p>
<p><strong>OVERVIEW</strong></p>
<p>Cukup banyak yang tertarik dengan Bisnis Laundry Kiloan saat ini, mungkin bisnis plan untuk bisnis laundry kecil-kecilan ini bisa dijadikan referensi tambahan..</p>
<p>Bisnis laundry merupakan bisnis yang mengandalkan jasa. Sehingga sangat penting untuk berorientasi pada kepuasan pelanggan. Mendapatkan pelanggan yang loyal merupakan suatu keberhasilan bagi bisnis ini .</p>
<p>Perlu untuk di ketahui fundamental dari bisnis ini secara professional. Apa saja jasa yang akan diberikan, siapa saja target customernya, siapa saja yang menjadi pemilik, berapa biaya yang dibutuhkan.</p>
<p>Produk dan jasa :</p>
<ul>
<li>Jasa cuci</li>
<li>Jasa cuci &amp; kering</li>
<li>Jasa Cuci, kering, &amp; setrika</li>
<li>Layanan antar jemput</li>
</ul>
<p>Nilai tambah yang bisa diberikan:</p>
<ul>
<li>Menggunakan sabun bermutu baik</li>
<li>pewangi pakaian tahan lama</li>
<li>hasil cucian bersih, pemisahan baju putih dan berwarna</li>
<li>cucian tidak dicampur dengan orang lain</li>
<li>control terhadap kepemilikan baju yang baik, sehingga tidak ada baju yang hilang</li>
<li>Perawatan warna baju yang baik</li>
<li>Discount untuk pelanggan</li>
<li>Discount untuk 10 kali cuci.</li>
</ul>
<p><strong>MARKETING PLAN</strong></p>
<p>Perlu untuk dilakukan survey kecil-kecilan terhadap pangsa pasarnya seperti profesi penduduk disekitar lokasi, umur, penghasilan rata-rata, pendidikan, karakteristik konsumen.</p>
<p> Survey bisa dilakukan secara langsung dan juga berdasar data-data sekunder untuk melihat seberapa besar pangsa pasar bisnis ini, dan mencari kemungkinan untuk di kembangkan.</p>
<p>Bisnis ini paling baik berlokasi yang dekat dengan kos-kosan mahasiswa, rumah sewa karyawan/ karyawati, salon, juga perumahan.</p>
<p>Buat juga apa saja yang menjadi competitor untuk bisnis ini misal jasa cuci bulanan, laundry &amp; dry clean. Buatlah list competitor, selanjutnya analisis kelebihan dan kekurangannya.  Dari hasil tersebut dapat dijadikan dasar untuk bersaing yang baik.</p>
<p>Selanjutnya perencanaan promosi bisnis agar orang-orang tau ini loh jasa yang bisa kita berikan. Misal dengan membuat leaflet, pamflet, promosi dari mulut ke mulut, spanduk, radio, arisan,. Tetapkan juga nominal budget promosi, seberapa sering dan cara yang paling efektif untuk menunjang bisnis secara konsisten.</p>
<p><strong>PRICING STRATEGY</strong></p>
<p>Perlu juga diamati apakah pangsa pasar yang ada berorientasi pada kualitas produk atau pada harga. Bandingkan pula dengan harga kompetitor.</p>
<p>Penetapan harga yang terlalu rendah belum tentu baik, karena tidak semua orang perduli dengan harga yang murah selain itu keuntungan menjadi sangat tipis. Salah salah malah dibilang murahan. Lebih baik memberikan harga rata-rata dengan kualitas baik.</p>
<p><strong>OPERATIONAL PLAN</strong></p>
<p>Buatlah Prosedur tetap:</p>
<ul>
<li>Pencucian pakaian mulai dari takaran sabun, pewangi, pengendalian kepemilikan baju, pembungkusan.</li>
<li>Pencucian boneka, bedcover dll.</li>
<li>Kartu Langganan</li>
</ul>
<p>Susunlah peralatan-peralatan dengan efektif dan seefisien mungkin, untuk menghemat waktu pengerjaan, nyaman dan enak dipandang.</p>
<p>Rincikan kebutuhan peralatan dan bahan penunjang seperti mesin cuci, timbangan, pengering, setrika, listrik yang menunjang, telepon, dan bahan habis pakai lainnya.</p>
<p>Tetapkan kebutuhan minimal bahan habis pakai sebelum memesan kembali ke supplier.</p>
<p>Rekrutlah karyawan yang kompeten serta berikan pelatihan yang memadai. Karyawan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan bisnis. Rancanglah system penggajian yang adil dan sesuai dengan beban kerja. Berikan bonus jika omset meningkat, karena hal ini dapat meningkatkan semangat kerja karyawan untuk memberikan yang terbaik.</p>
<p>Carilah supplier terbaik yang dapat diandalkan untuk menunjang kelancaran bisnis, terus menerus melakukan improvement disisi supplier merupakan suatu keuntungan.</p>
<p><strong>BEGINNING FINANCIAL REPORT</strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Neraca</span></strong> digunakan untuk melihat kondisi kekayaan perusahaan pada tanggal neraca.</p>
<p>Pentingnya membuat neraca awal agar dapat dibandingkan dengan kondisi yang akan datang. Untuk mengetahui perubahan struktur kekayaan perusahaan.</p>
<p align="center"><strong>Neraca</strong></p>
<p align="center"><strong>Aktiva = Pasiva</strong></p>
<p><strong></strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" width="295" valign="top"><strong></strong><strong>AKTIVA</strong></td>
<td colspan="2" width="295" valign="top"><strong></strong><strong>PASIVA</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top"><strong>Aktiva Lancar</strong></td>
<td width="132" valign="top"><strong></strong></td>
<td width="168" valign="top"><strong>Utang </strong></td>
<td width="127" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top">Kas</td>
<td width="132" valign="top">xx</td>
<td width="168" valign="top">Utang jangka pendek</td>
<td width="127" valign="top">xx</td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top">Bank</td>
<td width="132" valign="top">xx</td>
<td width="168" valign="top">Utang jangka panjang</td>
<td width="127" valign="top">xx</td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top">Sediaan Barang</td>
<td width="132" valign="top">xx</td>
<td width="168" valign="top"> </td>
<td width="127" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top">Piutang Usaha</td>
<td width="132" valign="top">xx</td>
<td width="168" valign="top"> </td>
<td width="127" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top"><strong>Total Aktiva Lancar</strong></td>
<td width="132" valign="top"><strong>A</strong></td>
<td width="168" valign="top"><strong>Total Utang</strong></td>
<td width="127" valign="top"><strong>C</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top"><strong></strong></td>
<td width="132" valign="top"><strong></strong></td>
<td width="168" valign="top"><strong></strong></td>
<td width="127" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top"><strong>Aktiva Tetap</strong></td>
<td width="132" valign="top"><strong></strong></td>
<td width="168" valign="top"><strong>Modal</strong></td>
<td width="127" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top">Peralatan</td>
<td width="132" valign="top">xx</td>
<td width="168" valign="top">Modal A</td>
<td width="127" valign="top">xx</td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top">Kendaraan</td>
<td width="132" valign="top">xx</td>
<td width="168" valign="top">Modal B</td>
<td width="127" valign="top">xx</td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top">Gedung</td>
<td width="132" valign="top">xx</td>
<td width="168" valign="top"> </td>
<td width="127" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top">Tanah</td>
<td width="132" valign="top">xx</td>
<td width="168" valign="top"> </td>
<td width="127" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top"><strong>Total Aktiva Tetap</strong></td>
<td width="132" valign="top"><strong>B</strong></td>
<td width="168" valign="top"><strong>Total Modal</strong></td>
<td width="127" valign="top"><strong>D</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top"> </td>
<td width="132" valign="top"> </td>
<td width="168" valign="top"> </td>
<td width="127" valign="top"> </td>
</tr>
<tr>
<td width="163" valign="top"><strong>Total Aktiva</strong></td>
<td width="132" valign="top"><strong>A+B</strong></td>
<td width="168" valign="top"><strong>Total Pasiva </strong></td>
<td width="127" valign="top"><strong>C+D</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Laporan Laba Rugi</span></strong> fungsinya untuk mengetahui besarnya laba/ rugi yang diperoleh dari suatu bisnis, biasanya laporan ini dibuat bulanan.</p>
<p>   Format Laporan Laba Rugi :</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="197" valign="top">Pendapatan:Penjualan kotorHarga Pokok Penjualan </p>
<p>            Penjualan Bersih</p>
<p>Pendapatan lain-lain</td>
<td width="197" valign="top">        xx  <span style="text-decoration:underline;">      (xx)+</span>        xx </p>
<p>       <span style="text-decoration:underline;"> xx +</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="197" valign="top">Total Pendapatan</td>
<td width="197" valign="top">         A</td>
</tr>
<tr>
<td width="197" valign="top">Pengeluaran: </p>
<ul>
<li>Biaya Gaji</li>
<li>Biaya sewa</li>
<li>Tenaga kerja tidak langsung</li>
<li>ATK</li>
<li>Maintenance</li>
<li>Promosi</li>
<li>Sewa kendaraan</li>
<li>Sewa tempat</li>
<li>Telepon</li>
<li>Perlengkapan</li>
<li>Asuransi</li>
<li>Pajak</li>
<li>Depresiasi</li>
<li>Cicilan</li>
<li>Bunga</li>
<li>Biaya lain-lain</li>
</ul>
</td>
<td width="197" valign="top">xxxxxx </p>
<p>xx</p>
<p>xx</p>
<p>xx</p>
<p>xx</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">xx +</span></td>
</tr>
<tr>
<td width="197" valign="top">Total Pengeluaran</td>
<td width="197" valign="top">   B</td>
</tr>
<tr>
<td width="197" valign="top">Laba/Rugi</td>
<td width="197" valign="top"> A-B</td>
</tr>
<tr>
<td width="197" valign="top"> </td>
<td width="197" valign="top"> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Membuat estimasi laporan laba rugi dalam 1 tahun dapat dijadikan target pencapaian bisnis.</p>
<p><strong>BREAK EVEN POINT</strong></p>
<p><strong>Break Even Point</strong> merupakan estimasi kasar untuk menghitung berapa lama modal yang dikeluarkan akan kembali.</p>
<p>Rumus nya:</p>
<p>Total Pendapatan    = Total Pengeluaran</p>
<p>(Harga Jual x Qty)  = (Biaya tetap + biaya variabel)</p>
<p><strong>Estimasi</strong> dalam 1 bulan:</p>
<p>Qty        =   10  kg x    30 hari    =  300 kg</p>
<p>Harga   = 300  kg x  Rp 5000   = Rp 1.500.000</p>
<p>Biaya Variabel                             = Rp   1.000.000</p>
<p>Biaya Tetap                                = Rp 15.000.000</p>
<p><strong>Estimasi BEP</strong></p>
<p>             = Total Biaya Tetap / (Penjualan &#8211; Biaya Variabel)</p>
<p>             = Rp 15.000.000     / (1.500.000 &#8211; Rp 1.000.000)</p>
<p>             = 30 bulan  atau 2 tahun 4 bulan</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Biaya Variabel</span></strong> merupakan biaya yang bertambah jika kuantitas penjualan atas suatu produk bertambah.</p>
<p>Contoh biaya variabel pada bisnis laundry:</p>
<ul>
<li>- Sabun</li>
<li>- Pewangi</li>
<li>- Tenaga kerja langsung</li>
<li>- Pembungkusan</li>
</ul>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Biaya Tetap</span></strong> merupakan biaya yang tetap dan tidak terpengaruh dengan kuantitas penjualan atas suatu produk.</p>
<p>Contoh biaya tetap pada bisnis laundry:</p>
<ul>
<li>- Peralatan</li>
<li>- Tenaga kerja tidak langsung</li>
<li>- ATK</li>
<li>- Maintenance</li>
<li>- Promosi</li>
<li>- Sewa kendaraan</li>
<li>- Sewa tempat</li>
<li>- Telepon</li>
<li>- Perlengkapan</li>
<li>- Asuransi</li>
<li>- Pajak</li>
<li>- Depresiasi</li>
<li>- Biaya lain-lain</li>
<li>- Cicilan</li>
<li>- Bunga</li>
</ul>
<p><em><span style="color:#ff0000;">Taken from </span></em><a href="http://www.kartikasari08.wordpress.com"><em><span style="color:#ff0000;">www.kartikasari08.wordpress.com</span></em></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengusahamuda.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengusahamuda.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengusahamuda.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengusahamuda.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengusahamuda.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengusahamuda.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengusahamuda.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengusahamuda.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengusahamuda.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengusahamuda.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=70&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/10/11/bisnis-plan-laundry-kiloan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada6facb75bde084d5c9f1d48b6835a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">illuminates</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendapat Anda Tentang Krisis Keuangan Amerika &amp; Global?</title>
		<link>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/10/07/pendapat-anda-tentang-krisis-keuangan-amerika-global/</link>
		<comments>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/10/07/pendapat-anda-tentang-krisis-keuangan-amerika-global/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 12:27:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengusahamuda.wordpress.com/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[Kepada rekan-rekan sekalian, mohon pendapat dan opini Anda tentang Krisis yang terjadi saat ini di Amerika dan Dunia, begitu pula dengan dampak-dampak nya terhadap Indonesia.  Boleh berdasarkan pandangan apapun, baik ekonomi,sosial, agama, dan sebagai nya.
Silakan kirim opini/pendapat Anda tersebut ke remouldi@hotmail.com untuk selanjutnya akan kami upload di blog ini. Hanya nama Anda yang akan kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=60&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Kepada rekan-rekan sekalian, mohon pendapat dan opini Anda tentang Krisis yang terjadi saat ini di Amerika dan Dunia, begitu pula dengan dampak-dampak nya terhadap Indonesia.  Boleh berdasarkan pandangan apapun, baik ekonomi,sosial, agama, dan sebagai nya.</strong></p>
<p><strong>Silakan kirim opini/pendapat Anda tersebut ke </strong><a href="mailto:remouldi@hotmail.com"><strong>remouldi@hotmail.com</strong></a><strong> untuk selanjutnya akan kami upload di blog ini. Hanya nama Anda yang akan kami tampilkan, data-data lain akan kami rahasiakan. Kami menunggu kontribusi rekan-rekan semua.</strong></p>
<p><strong>Terima kasih.</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengusahamuda.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengusahamuda.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengusahamuda.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengusahamuda.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengusahamuda.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengusahamuda.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengusahamuda.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengusahamuda.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengusahamuda.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengusahamuda.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=60&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/10/07/pendapat-anda-tentang-krisis-keuangan-amerika-global/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada6facb75bde084d5c9f1d48b6835a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">illuminates</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H</title>
		<link>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/10/07/selamat-hari-raya-idul-fitri-1429-h/</link>
		<comments>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/10/07/selamat-hari-raya-idul-fitri-1429-h/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 11:14:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama dan Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Site Relasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengusahamuda.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Kami Mengucapkan Selamat Hari raya Idul Fitri 1429 Hijriyah
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Semoga Segala Amal Ibadah Kita Selama Bulan Ramadhan Diterima Allah SWT, Sehingga Kita Dapat Kembali Menjadi Insan Yang Fitri.. Amieen.. 
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=58&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 style="text-align:center;"><span style="color:#000080;">Kami Mengucapkan Selamat Hari raya Idul Fitri 1429 Hijriyah</span></h2>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#000080;">Mohon Maaf Lahir dan Batin</span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#000080;">Semoga Segala Amal Ibadah Kita Selama Bulan Ramadhan Diterima Allah SWT, Sehingga Kita Dapat Kembali Menjadi Insan Yang Fitri.. Amieen.. </span></h3>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengusahamuda.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengusahamuda.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengusahamuda.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengusahamuda.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengusahamuda.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengusahamuda.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengusahamuda.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengusahamuda.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengusahamuda.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengusahamuda.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=58&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/10/07/selamat-hari-raya-idul-fitri-1429-h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada6facb75bde084d5c9f1d48b6835a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">illuminates</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Cara Menjadi Pengusaha?</title>
		<link>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/07/05/bagaimana-cara-menjadi-pengusaha/</link>
		<comments>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/07/05/bagaimana-cara-menjadi-pengusaha/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 04:31:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha muda]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Uno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengusahamuda.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[By Sandiaga S. Uno
Akhir-akhir ini kecenderungan untuk menjadi pengusaha terasa meningkat ditandai dengan adanya berbagai pelatihan dan munculnya berbagai lembaga yang menyediakan diri untuk mendorong dan melatih seseorang menjadi pengusaha.
Hal ini merupakan perkembangan yang sangat menggembirakan. Semakin banyak pengusaha, maka semakin banyak lapangan kerja yang tersedia dan semakin banyak pengangguran yang bisa diserap. Saat ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=52&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><strong>By Sandiaga S. Uno</strong></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Akhir-akhir ini kecenderungan untuk menjadi pengusaha terasa meningkat ditandai dengan adanya berbagai pelatihan dan munculnya berbagai lembaga yang menyediakan diri untuk mendorong dan melatih seseorang menjadi pengusaha.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Hal ini merupakan perkembangan yang sangat menggembirakan. Semakin banyak pengusaha, maka semakin banyak lapangan kerja yang tersedia dan semakin banyak pengangguran yang bisa diserap. Saat ini pengangguran di Indonesia telah mencapai angka 11 juta. Jika kita asumsikan setiap usaha merekrut setidaknya 2 pegawai, maka jika tumbuh 1 juta pengusaha, akan tersedia 2 juta lapangan kerja. Dengan adanya pengusaha, pemerintah akan terbantu untuk menyediakan lapangan kerja. Kita tahu bahwa pemerintah juga memiliki keterbatasan. Munculnya pengusaha akan sangat membantu pemerintah.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Dengan tersedianya lapangan kerja, maka daya beli masyarakat akan meningkat dan pada akhirnya mengurangi angka kemiskinan. Saat ini kita masih memiliki 40 juta rakyat miskin, sebuah jumlah yang sangat besar. Jika 1 pekerja menghidupi 1 istri dan 1 anak, maka setidaknya 3 juta orang tertolong dengan hadirnya 1 pengusaha. Oleh karena itu, jumlah pengusaha harus ditingkatkan lagi agar semakin banyak orang tertolong.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Pada sisi lain, pengusaha juga merupakan penyumbang pajak bagi pemerintah. Sebagaimana diketahui, APBN kita 70 % lebih dibiayai oleh pajak. Jika jumlah pengusaha semakin banyak maka, jumlah penerimaan negara akan makin meningkat dan lebih banyak yang bisa dilakukan pemerintah untuk masyarakatnya.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Bagi pengusaha sendiri, seperti yang saya rasakan, lebih banyak yang bisa saya raih daripada saat dulu masih menjadi karyawan. Tulisan ini akan membantu para pembaca yang ingin mengetahui bagaimana caranya menjadi pengusaha.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Pertama yang harus dilakukan adalah mengatasi rasa takut menjadi pengusaha. Umumnya orang enggan menjadi pengusaha karena takut akan bankrut, takut tertipu dan lain-lain. Intinya takut akan resiko yang akan dihadapi. Padahal sebenarnya, apapun yang kita lakukan pada dasarnya beresiko. Sebagai contoh: kita menyeberang jalan, tentu ada resiko tertabrak. Sebagai orang yang dikaruniai akal, tentu kita tidak akan menyeberang sembarangan. Begitu pula dengan menjadi pengusaha, resiko bisa kita minimalkan dengan manajemen yang baik. Jika kita tidak sanggup menanggung resiko besar, kita bisa memilih resiko yang lebih kecil. Dan memang lebih baik memulai dari sesuatu yang kecil</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Yang kedua adalah mengenai modal. Banyak orang batal menjadi pengusaha karena tidak memiliki modal. Sesungguhnya modal itu penting tapi bukan yang utama. Yang utama adalah ide. Uang berapapun tidak akan menghasilkan keuntungan jika tidak memiliki ide. Saya bisa memberikan kepada Anda uang 1 milyar hari ini, tetapi jika Anda tidak punya ide usaha, maka uang itu akan habis pelan atau cepat. Sebaliknya jika seseorang memiliki ide, maka uang akan datang dengan sendirinya. Banyak pengusaha yang memulai tanpa modal sama-sekali, dan pada akhirnya perbankan berebut menawarkan modal kepadanya. </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Untuk memulai usaha, sekali lagi bukan modal uang yang dibutuhkan. Pilihlah usaha yang tidak membutuhkan uang untuk memulainya. Kita bisa belajar dari para pedagang yang menjual cash tetapi membeli dengan bayar di belakang. Jadi tidak ada modal uang. Jika memang membutuhkan uang, sementara Anda tidak memiliki uang, pakailah uang orang lain. Cukup sederhana. Masalahnya tinggal bagaimana Anda menggunakan ‘modal’ yang diberikan Tuhan, tubuh dan akal Anda untuk memakai uang orang lain.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Modal yang kedua adalah keberanian. Mulai dari sekarang, beranikan diri Anda untuk bermimpi. Mungkin ini agak aneh, tetapi dunia sudah membuktikan bahwa banyak penemuan ilmiah berdasarkan mimpi dan khayalan. Mobil-mobil sekarang ini berasal dari khayalan masa kecil. Ketika mimpi dan khayalan terwujud, kesuksesan sudah menanti di depan mata. </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Selanjutnya, beranilah berbeda. Ditengah pasar yang kompetitif, menjadi beda adalah hal yang penting. Jika Anda membuat sesuatu yang sama dengan kompetitor Anda, maka produk atau jasa Anda peluangnya berbagi dengan kompetitor Anda. Sesuatu yang berbeda adalah nilai tambah. Dengan berbeda, keuntungan akan lebih besar. Lihatlah sekeliling, apa yang menjadi masalah atau kebutuhan di sekitar Anda. Dengan demikian Anda akan memahami pasar sebelum meluncurkan produk atau jasa.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Jika Anda sulit menemukan sebuah bisnis yang benar-benar baru, tidak perlu kecil hati karena Anda bisa memilih bisnis yang masih memiliki prospek pertumbuhan di masa mendatang. Salah satunya adalah bisnis di sektor telekomunikasi. Anda tidak perlu berpikir untuk mendirikan operator baru karena memang bukan itu ‘mainan’ yang tepat untuk pemula, namun lihatlah rantai bisnis telekomunikasi dari hulu sampai hilir. Lihat juga bisnis yang terkait dengan sektor telekomunikasi ini, karena sesungguhnya mata rantai bisnis ini sangat panjang.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Selanjutnya siapkan keberanian untuk memulai. Makin cepat akan makin baik. Ibarat antrian, yang lebih dulu akan mendapatkan kesempatan lebih dulu. Buanglah keraguan Anda, karena jika Anda selalu ragu-ragu, maka Anda tidak akan pernah memulai, dan Anda tidak tahu apakah Anda akan berhasil atau gagal. Jika tidak pernah memulai, maka Anda tidak bisa belajar bagaimana menghindari kegagalan dan Anda juga sekaligus tidak pernah mengalami kesuksesan. Anda hanya akan terus berpikir, tanpa pernah mencoba untuk melakukan yang Anda pikirkan. Seorang senior kami di HIPMI, Saudara Purdie E. Chandra yang memiliki Entrepreneur College memiliki sebuah metode memulai yang sederhana. Kita tidak usah berpikir macam-macam, kita lakukan saja semudah kita buang air di WC. Kita tidak pernah memikirkan bagaimana cara memasuki WC, kita juga tidak pernah memikirkan bagaimana cara buang air, apakah dengan ritme atau tidak. Begitu saja terjadi dan selesai. Kita sukses buang air. Kita tidak pernah memikirkan apakah kita akan gagal dalam buang air, kan? Jika kita gagal buang air, kita tinggal makan pepaya. Gitu aja koq repot?</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Kalaupun ditengah perjalanan ada kegagalan, itu merupakan hal yang sangat biasa. Dengan demikian kita memiliki pengalaman, anggap saja hal itu merupakan biaya sekolah. Lebih baik kita gagal di awal daripada gagal di akhir. Pendiri dan pemilik KFC, telah gagal 19 kali untuk meyakinkan bahwa ayam gorengnya enak dan laku sebelum akhirnya menemui jalan suksesnya. Begitu juga Puspo Wardoyo gagal di tempat asalnya dan memulai usaha Ayam Bakar Wong Solo di Medan.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Jika kita belum memiliki pengalaman saat memulai usaha, merupakan sesuatu yang wajar. Pengalaman akan didapatkan seiring perjalanan usaha. Tidak ada seseorang yang tiba-tiba ahli dalam bidang apapun, semuanya melalui proses belajar. Sayangnya menjadi pengusaha tidak ada sekolahnya, sehingga trial and error menjadi salah satu metode yang paling sering digunakan. Jika Anda lulus maka kesuksesan yang Anda raih, jika belum maka kesuksesan Anda akan tertunda. Kesuksesan seorang pengusaha ditentukan oleh berapa kali ia lebih banyak bangun dari kegagalan.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Jika sampai disini, masih ada keraguan untuk memulai usaha, saya khawatir Anda belum memiliki mindset seorang pengusaha. Mindset adalah pola pikir. Seorang pengusaha melihat kendala sebagai peluang. Ketika orang-orang perkotaan memiliki budaya malas dan memiliki waktu terbatas untuk mencuci, seorang pengusaha mendirikan usaha laundry. Dengan mindset ini, seorang pengusaha bisa struggle dan survive. Mulai dari sekarang rubahlah mindset Anda. Jika mindset ini sudah terbangun, maka Anda akan memiliki banyak akal, berpikir tidak linier dan mampu mengatasi segala masalah.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Ada</span><span style="font-family:Arial;"> pameo, lebih baik menjadi kepala semut daripada ekor gajah. Dengan menjadi pengusaha, kita menjadi kepala, bukan ekor. Apakah kemudian badan kita besar atau kecil, tentu tergantung bagaimana kita mengelola usaha kita. Dengan makin majunya ilmu managemen, makin mudah mengelola manajemen perusahaan. Jadi beranikan diri Anda menjadi kepala.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><em><strong>Sandiaga S. Uno</strong><br />
Ketua Umum BPP HIPMI</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> <em><strong><span style="color:#ff0000;">Taken From : </span></strong></em><a href="http://www.hipmi.org"><em><strong><span style="color:#ff0000;">www.hipmi.org</span></strong></em></a></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pengusahamuda.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pengusahamuda.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengusahamuda.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengusahamuda.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengusahamuda.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengusahamuda.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengusahamuda.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengusahamuda.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengusahamuda.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengusahamuda.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengusahamuda.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengusahamuda.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=52&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/07/05/bagaimana-cara-menjadi-pengusaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada6facb75bde084d5c9f1d48b6835a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">illuminates</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ORANG ORANG YANG DIDOAKAN MALAIKAT</title>
		<link>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/05/15/orang-orang-yang-didoakan-malaikat/</link>
		<comments>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/05/15/orang-orang-yang-didoakan-malaikat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 01:50:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama dan Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengusahamuda.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[




Orang &#8211; orang yang Didoakan oleh Malaikat     




Oleh : Syaikh Dr. Fadhl Ilahi




 



Allah SWT berfirman, &#8220;Sebenarnya (malaikat &#8211; malaikat itu) adalah hamba &#8211; hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah &#8211; perintah-Nya.  Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa&#8217;at melainkan kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=51&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<table class="MsoNormalTable" style="width:95%;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="95%">
<tbody>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#d4d0c8;padding:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10.5pt;color:#2e58b0;font-family:Arial;">Orang &#8211; orang yang Didoakan oleh Malaikat     <em></em><em></em><em></em></span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#d4d0c8;padding:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><em>Oleh : Syaikh Dr. Fadhl Ilahi</em></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#d4d0c8;padding:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;color:#000000;font-family:Tahoma;"><em> </em></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#d4d0c8;padding:0;"><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;"><em>Allah SWT berfirman, <span style="font-family:Arial;">&#8220;Sebenarnya (malaikat &#8211; malaikat itu) adalah hamba &#8211; hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah &#8211; perintah-Nya.  Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa&#8217;at melainkan kepada orang &#8211; orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati &#8211; hati karena takut kepada-Nya&#8221; &#8211;QS Al Anbiyaa&#8217; 26-28&#8211;</span></em></span><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;"><em>Inilah orang &#8211; orang yang didoakan oleh para malaikat : </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 12pt 0.5in;"><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;"><span>1.<span style="font:7pt;">       </span></span></span><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;">Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.  Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya.  Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa &#8216;Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci&#8217;&#8221; (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37) </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 12pt 0.5in;"><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;"><span>2.<span style="font:7pt;">       </span></span></span><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;">Orang yang duduk menunggu shalat.  Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya &#8216;Ya Allah, ampunilah ia.  Ya Allah sayangilah ia&#8217;&#8221; (Shahih Muslim no. 469)</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 12pt 0.5in;"><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;"><span>3.<span style="font:7pt;">       </span></span></span><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;">Orang &#8211; orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat.  Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra&#8217; bin &#8216;Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang &#8211; orang) yang berada pada shaf &#8211; shaf terdepan&#8221; (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130) </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 12pt 0.5in;"><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;"><span>4.<span style="font:7pt;">       </span></span></span><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;">Orang &#8211; orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalm shaf).  Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang &#8211; orang yang menyambung shaf &#8211; shaf&#8221; (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272) </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 12pt 0.5in;"><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;"><span>5.<span style="font:7pt;">       </span></span></span><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;">Para malaikat mengucapkan &#8216;Amin&#8217; ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Jika seorang Imam membaca &#8216;ghairil maghdhuubi &#8216;alaihim waladh dhaalinn&#8217;, maka ucapkanlah oleh kalian &#8216;aamiin&#8217;, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu&#8221; (Shahih Bukhari no. 782) </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 12pt 0.5in;"><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;"><span>6.<span style="font:7pt;">       </span></span></span><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;">Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.  Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, &#8216;Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia&#8217;&#8221; (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini) </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 12pt 0.5in;"><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;"><span>7.<span style="font:7pt;">       </span></span></span><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;">Orang &#8211; orang yang melakukan shalat shubuh dan &#8216;ashar secara berjama&#8217;ah. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal.  Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat &#8216;ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat &#8216;ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, &#8216;Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?&#8217;, mereka menjawab, &#8216;Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat&#8217;&#8221; (Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir) </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 12pt 0.5in;"><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;"><span>8.<span style="font:7pt;">       </span></span></span><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;">Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.  Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda&#8217; ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan.  Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata &#8216;aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan&#8217;&#8221; (Shahih Muslim no. 2733) </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 12pt 0.5in;"><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;"><span>9.<span style="font:7pt;">       </span></span></span><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;">Orang &#8211; orang yang berinfak.  Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, &#8216;Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak&#8217;.  Dan lainnya berkata, &#8216;Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit&#8217;&#8221; (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010) </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 12pt 0.5in;"><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;"><span>10.<span style="font:7pt;">    </span></span></span><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;">Orang yang makan sahur. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang &#8211; orang yang makan sahur&#8221; (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519) </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 12pt 0.5in;"><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;"><span>11.<span style="font:7pt;">    </span></span></span><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;">Orang yang menjenguk orang sakit.  Imam Ahmad meriwayatkan dari &#8216;Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh&#8221; (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, &#8220;Sanadnya shahih&#8221;) </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 12pt 0.5in;"><em><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;"><span>12.<span style="font:7pt;">    </span></span></span><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;">Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.  Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian.  Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain&#8221; (dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343) </span></em></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#000000;font-family:Arial;"><em>Maraji&#8217; :<br />
Disarikan dari Buku Orang &#8211; orang yang Didoakan Malaikat, Syaikh Fadhl Ilahi, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005</em></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pengusahamuda.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pengusahamuda.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengusahamuda.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengusahamuda.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengusahamuda.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengusahamuda.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengusahamuda.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengusahamuda.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengusahamuda.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengusahamuda.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengusahamuda.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengusahamuda.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=51&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/05/15/orang-orang-yang-didoakan-malaikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada6facb75bde084d5c9f1d48b6835a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">illuminates</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGAKHIRKAN DAN MENINGGALKAN SHOLAT</title>
		<link>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/05/15/mengakhirkan-dan-meninggalkan-sholat/</link>
		<comments>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/05/15/mengakhirkan-dan-meninggalkan-sholat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 01:47:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama dan Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengusahamuda.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[




Mengakhirkan dan Meninggalkan Sholat     




Dikutip dari Kitab Habib Hasan bin Sholeh Al-Bahr Al-Jufri




 



Saudara-saudara Rahimakumullah, ketahuilah bahwa sesungguhnya bencana yang dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling nista adalah kurangnya perhatian masyarakat kita pada Sholat Lima Waktu, Sholat Jum&#8217;at dan Sholat Berjamaah, padahal semua itu adalah ibadah-ibadah yang dengannya Allah meninggikan derajat dan menghapuskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=50&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<table class="MsoNormalTable" style="width:95%;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="95%">
<tbody>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#d4d0c8;padding:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10.5pt;color:#2e58b0;font-family:Arial;">Mengakhirkan dan Meninggalkan Sholat     </span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#d4d0c8;padding:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:8.5pt;color:black;font-family:Tahoma;">Dikutip dari Kitab Habib Hasan bin Sholeh Al-Bahr Al-Jufri</span></em><span style="font-size:8.5pt;color:black;font-family:Tahoma;"></span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#d4d0c8;padding:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:8.5pt;color:black;font-family:Tahoma;"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#d4d0c8;padding:0;"><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">Saudara-saudara Rahimakumullah, ketahuilah bahwa sesungguhnya bencana yang dahsyat, perbuatan yang paling buruk, dan aib yang paling nista adalah kurangnya perhatian masyarakat kita pada Sholat Lima Waktu, Sholat Jum&#8217;at dan Sholat Berjamaah, padahal semua itu adalah ibadah-ibadah yang dengannya Allah meninggikan derajat dan menghapuskan dosa-dosa maksiat. Dan sholat adalah cara ibadah seluruh penghuni bumi dan langit. </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Langit merintih dan memang ia pantas merintih, karena pada setiap tempat untuk berpijak terdapat malaikat yang bersujud atau berdiri (sholat) kepada Allah Azza Wa Jalla.&#8221; (HR. Imam Turmudzi, Ibnu Majah dan Ahmad) </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">Orang yang meninggalkan sholat karena dilalaikan oleh urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya. </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">Dengarkanlah nasihatku tentang nasib orang yang meninggalkan sholat, baik semasa hidup maupun setelah meninggal. Sesungguhnya Allah merahmati orang yang mendengarkan nasihat kemudian memperhatikan dan mengamalkannya. </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">Allah SWT berfirman: &#8220;Sesungguhnya sholat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman.&#8221; (QS. An-Nisa&#8217;, 4:103) </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">Abu Hurairah RA meriwayatkan, &#8220;Setelah Isya&#8217; aku bersama Umar bin Khattab RA pergi ke rumah Abu Bakar AsShiddiq RA untuk suatu keperluan. Sewaktu melewati pintu rumah Rasulullah SAW, kami mendengar suara rintihan. Kami pun terhenyak dan berhenti sejenak. Kami dengar beliau menangis dan meratap.&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">&#8220;Ahh&#8230;, andaikan saja aku dapat hidup terus untuk melihat apa yang diperbuat oleh umatku terhadap sholat. Ahh&#8230;, aku sungguh menyesali umatku.&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">&#8220;Wahai Abu Hurairah, mari kita ketuk pintu ini,&#8221; kata Umar RA. Umar kemudian mengetuk pintu. &#8220;Siapa?&#8221; tanya Aisyah RA. &#8220;Aku bersama Abu Hurairah.&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">Kami meminta izin untuk masuk dan ia mengizinkannya. Setelah masuk, kami lihat Rasulullah SAW sedang bersujud dan menangis sedih, beliau berkata dalam sujudnya: </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">&#8220;Duhai Tuhanku, Engkau adalah Waliku bagi umatku, maka perlakukan mereka sesuai sifat-Mu dan jangan perlakukan mereka sesuai perbuatan mereka.&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">&#8220;Ya Rasulullah, ayah dan ibuku menjadi tebusanmu. Apa gerangan yang terjadi, mengapa engkau begitu sedih?&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">&#8220;Wahai Umar, dalam perjalananku ke rumah Aisyah sehabis mengerjakan sholat di mesjid, Jibril mendatangiku dan berkata, &#8220;Wahai Muhammad, Allah Yang Maha Benar mengucapkan salam kepadamu,&#8221; kemudian ia berkata, &#8220;Bacalah!&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">&#8220;Apa yang harus kubaca?&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">&#8220;Bacalah: &#8220;Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, mereka kelak akan menemui kesesatan.&#8221; (QS. Maryam, 19:59) </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">&#8220;Wahai Jibril, apakah sepeninggalku nanti umatku akan mengabaikan sholat?&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">&#8220;Benar, wahai Muhammad, kelak di akhir zaman akan datang sekelompok manusia dari umatmu yang mengabaikan sholat, mengakhirkan sholat (hingga keluar dari waktunya), dan memperturutkan hawa nafsu. Bagi mereka satu dinar (uang) lebih berharga daripada sholat.&#8221; Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA. </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">Abu Darda` berkata, &#8220;Hamba Allah yang terbaik adalah yang memperhatikan matahari, bulan dan awan untuk berdzikir kepada Allah, yakni untuk mengerjakan sholat.&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">Diriwayatkan pula bahwa amal yang pertama kali diperhatikan oleh Allah adalah sholat. Jika sholat seseorang cacat, maka seluruh amalnya akan ditolak. </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Wahai Abu Hurairah, perintahkanlah keluargamu untuk sholat, karena Allah akan memberimu rezeki dari arah yang tidak pernah kamu duga.&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">Atha&#8217; Al-Khurasaniy berkata, &#8220;Sekali saja seorang hamba bersujud kepada Allah di suatu tempat di bumi, maka tempat itu akan menjadi saksinya kelak di hari kiamat. Dan ketika meninggal dunia tempat sujud itu akan menangisinya.&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Sholat adalah tiang agama, barang siapa menegakkannya, maka ia telah menegakkan agama, dan barang siapa merobohkannya, maka ia telah merobohkan agama.&#8221; (HR. Imam Baihaqi) </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">&#8220;Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka ia telah kafir.&#8221; (HR. Bazzar dari Abu Darda`), kafir yang dimaksud disini adalah ingkar terhadap perintah Allah karena perbuatan orang kafir adalah tidak pernah shalat. Dalam Shahih Muslim dijelaskan bahwa Rasulullah saw bersabda yang membedakan antara orang beriman dengan orang kafir adalah shalat. Maka maukah kita disamakan dengan orang kafir, padahal Rasulullah saw bersabda&#8221;Barang siapa mengikuti kebiasaan suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut&#8221;. Orang2 kafir adalah orang yang tidak pernah shalat, maukah kita termasuk golongan mereka. </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">&#8220;Barang siapa bertemu Allah sedang ia mengabaikan sholat, maka Allah sama sekali tidak akan mempedulikan kebaikannya.&#8221; (HR. Thabrani) </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">&#8220;Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka terlepas sudah darinya jaminan Muhammad.&#8221; (HR. Imam Ahmad dan Baihaqi) </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">&#8220;Allah telah mewajibkan sholat lima waktu kepada hamba-Nya. Barang siapa menunaikan sholat pada waktunya, maka di hari kiamat, sholat itu akan menjadi cahaya dan bukti baginya. Dan barang siapa mengabaikannya, maka ia akan dikumpulkan bersama Firaun dan Haman.&#8221; (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad) . </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">*Wasiat ini mudah-mudahan sangat bermanfaat buat kita semuanya umat Islam. Tugas kita semua untuk saling mengingatkan sesama Muslim akan pentingnya Sholat! </span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:black;font-family:Arial;">semoga bermanfaat..<br />
<a href="mailto:amy@mca.co.id"><span style="color:#0066ff;">amy@mca.co.id </span></a></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pengusahamuda.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pengusahamuda.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengusahamuda.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengusahamuda.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengusahamuda.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengusahamuda.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengusahamuda.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengusahamuda.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengusahamuda.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengusahamuda.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengusahamuda.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengusahamuda.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=50&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/05/15/mengakhirkan-dan-meninggalkan-sholat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada6facb75bde084d5c9f1d48b6835a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">illuminates</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>APA YANG DIPERLUKAN UNTUK MENGHADAPI KEGAGALAN</title>
		<link>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/05/15/apa-yang-diperlukan-untuk-menghadapi-kegagalan/</link>
		<comments>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/05/15/apa-yang-diperlukan-untuk-menghadapi-kegagalan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 01:46:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha muda]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengusahamuda.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[

Calon wirausahawan harus siap gagal. Fahamilah makna kegagalan. Tanpa faham filosofi itu, jangan berpikir mau mengambil jalan menjadi wirausaha. Alasannya, ada yang sukses dalam usahanya, ada yang belum berhasil. Pengusaha mengetahui bahwa ”kegagalan” bukan akhir permainan dan tidak boleh takut mengalaminya. Ia menyadari dengan keberanian, bahwa bisa saja mengatasi sesuatu yang tidak mungkin untuk berhasil.
Menghadapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=49&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"></span></span></div>
<p><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="color:windowtext;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Calon wirausahawan harus siap gagal. Fahamilah makna kegagalan. Tanpa faham filosofi itu, jangan berpikir mau mengambil jalan menjadi wirausaha. Alasannya, ada yang sukses dalam usahanya, ada yang belum berhasil. Pengusaha mengetahui bahwa ”kegagalan” bukan akhir permainan dan tidak boleh takut mengalaminya. Ia menyadari dengan keberanian, bahwa bisa saja mengatasi sesuatu yang tidak mungkin untuk berhasil.</span></p>
<p class="Bodytext" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Menghadapi risiko, adalah gabungan kerja keras, kecerdikan, kehati-hatian, kecermatan<span>  </span>membaca peluang dan kesiapan menghadapi kegagalan maupun keberhasilan.<span>  </span><em>Happy ending</em> sebuah ikhtiar adalah keberhasilan. Ini dicapai, tentu setelah melewati keberhasilan demi keberhasilan kecil, seperti keberhasilan menyingkirkan kesulitan dan bahaya. Proses ini dibangun dari kesungguhan melahirkan segenap potensi diri seorang wirausahawan. Dengan begitu, ia mengubah “kekalahan menjadi kemenangan”, sebuah proses yang kecil peluang pencapaiannya tanpa kesiapan mental menghadapi kegagalan. Kalau Anda termasuk yang tidak siap gagal, lebih baik jangan meniti jalan ini. Bahkan, mengimpikannya saja, jangan! </span></p>
<p class="Bodytext" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Setiap kegagalan adalah pelajaran yang mendorong pengusaha untuk mencoba pendekatan baru yang belum pemah dicoba sebelumnya. Bagi pengusaha sejati, “Berani Gagal” berarti “Berani Belajar”. Dengan gagal dan dengan belajar, pengusaha bertumbuh menjadi orang yang lebih baik dan belajar bagaimana menciptakan kekayaan sejati. Walaupun pengusaha kehilangan kekayaan materi yang telah mereka peroleh, mereka tahu bagaimana menciptakan semua kekayaan itu lagi. Pelajarannya tidak pemah hilang. Sebaliknya, mereka yang tidak pemah mengalami perjalanan yang sulit dan menemukan kekayaan dengan mudah, tidak akan tahu bagaimana menciptakan kekayaan ketika mereka kehilangan. Dengan kata lain, mereka yang tidak gagal tak akan tahu kekayaan sejati.</span></p>
<p class="Bodytext" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Gemerlap materi, pada komunitas bahkan kehidupan sosial yang serba benda (materialistis), lebih banyak memperoleh penilaian tinggi. Sebaliknya, siapa pun mengalami kegagalan, sudah mendapat stempel sosial sebagai manusia yang kehilangan harga. <em>The looser</em> dunia usaha, sering menjadi figur yang menghadapi titik balik sikap sosial terhadapnya. Dulu, saat masih jaya, ia banyak rekan dan kolega, setelah gagal dalam usahanya, hampir semua rekan dan kolega yang dulu mendukungnya, menebar senyum ramahnya, bahkan mengajak bermitra, hilang sudah! Akibat cara pandang seperti ini, banyak wirausahawan yang traumatik terhadap kegagalan. Ini, “awal kematian” benih-benih kewirausahaan. Semua pihak harus mengubah sikapnya: doronglah<span>  </span>masyarakat menjadi pihak yang turut membangun keberanian banyak orang untuk respek terhadap ikhtiar orang meraih keberhasilan dalam bisnis. Gagal atau keberhasilan, bukan menjadi satu-satunya alasan menghargai atau meremehkan wirausahawan. Tentu, sembari tetap mentransfer sikap-sikap arif, bahwa dalam setiap kegagalan selalu ada pelajaran berharga. Seorang bijak berkata,”sukses hanyalah pijakan terakhir dari tangga kegagalan.”</span></p>
<p class="Bodytext" style="text-align:left;margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;margin:0;"><strong><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></em></strong></p>
<p class="kutipan2" style="margin:0 0 0 77.95pt;"><strong><span style="font-size:x-small;"><em><span style="color:#000000;font-family:Arial;">Kita perlu menggalakkan orang untuk berani mengambil resiko. Hal ini membutuhkan pola pikir yang sangat berbeda. Untuk kita, itu berarti mengabaikan peraturan yang telah berlaku baik selama 30 tahun lebih.</span></em><span style="font-family:Arial;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 1.5in;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;margin:0 0 0 1.5in;" align="right"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Lee Kuan Yew, mantan PM Singapura</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;margin:0 0 0 1.5in;" align="right"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"><span style="color:#999999;"> </span></span></p>
<p class="subbab" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><strong><span style="font-size:large;color:#999999;"><span style="color:#000000;font-family:Arial;">YANG DIPERLUKAN UNTUK MENGHADAPI KEGAGALAN</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;">Ada banyak pembahasan tentang tips menghadapi kesuksesan. Tetapi bagi kami, sama pentingnya, menyiapkan sejumlah hal untuk menghadapi kegagalan! Billy P.S. Lim, motivator kelas dunia yang berbasis di Malaysia, pernah menanyakan kepada peserta trainingnya tentang satu masalah menarik. ”Mengapa orang akan tenggelam apabila jatuh ke dalam air?”</span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Berbagai jawaban diberikan tetapi yang paling sering ialah ”Dia tak dapat berenang.” Yang hadir heran, karena Lim menyalahkan jawaban itu. Yang hadir mengira, Lim bercanda. Untuk menyakinkan mereka, Lim memberi contoh kejadian orang tenggelam di air sedalam tiga inci. Akhirnya, ia memberitahu jawabannya, yang<span>  </span>akan ia berikan kepada Anda sekarang. Kami kutip pendapat Lim: ”Orang tenggelam karena dia menetap disitu dan tidak menggerakkan dirinya ke tempat lain.”</span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><em><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">So</span></em><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">? Berapa kali orang jatuh tak jadi soal. Yang penting kemampuannya untuk bangkit kembali setiap kali jatuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="subbab" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><strong><span style="font-size:large;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span><strong><span style="color:#999999;">UKURANNYA , BANGKIT LAGI</span>            </strong></span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;">Jangan ukur seseorang dengan menghitung berapa kali dia jatuh, ukurlah ia dengan beberapa kali dia sanggup bangkit kembali. Seseorang yang mampu bangkit kembali setelah jatuh, tidak akan putus asa. Menyedihkan, mendengar bahwa banyak orang seperti mereka, setelah sekali dua kali gagal, memilih untuk menetap di situ dan akhirnya mati sebagai orang yang sebenar-benarnya gagal, tersungkur, dan tidak bangkit lagi.</span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Apakah kualitas diri kita akan membantu bangkit kembali setelah kita terjatuh? Kualitas diri sendiri adalah sesuatu yang mesti saya sebutkan, karena kalau tidak, makna buku ini tidak sempuma. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="kutipan" style="margin:0 14.15pt 0 0;"><strong><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;font-family:Arial;">”Tidak ada apapun di dunia ini yang bisa menggantikannya. Bakatpun tidak; Banyak sekali orang berbakat yang tidak sukses. Kejeniusanpun tidak; Jenius yang tidak sukses sudah hampir menjadi olok-olokan. Pendidikanpun tidak; dunia ini penuh dengan orang terpelajar. Hanya kemauan dan ketabahan saja yang paling ampuh.”</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 1.5in;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;">Ya, ketabahan, yakni kemampuan bangkit kembali untuk kesekian kalinya setelah terjatuh. Dalam benturan antara sungai dan batu, air sungai senantiasa menang<span>  </span>bukan dengan kekuatan tapi dengan ketabahan. Seberapa jauh Anda jatuh tidak menjadi masalah, tetapi yang penting seberapa sering Anda bangkit kembali.</span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Apabila Anda dapat terus mencoba setelah tiga kegagalan, Anda dapat mempertimbangkan diri untuk menjadi pemimpin dalam pekerjaan Anda sekarang. Jika Anda terus mencoba setelah mengalami belasan kegagalan, ini berarti benih kejeniusan sedang tumbuh dalam diri Anda. Seperti Thomas Alfa Edison, saat ditanya, bagaimana ia bisa bertahan setelah ribuan kali gagal? Penemu bola lampu dan pendiri perusahaan kelas dunia, General Electric ini menjawab,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="kutipan" style="margin:0 14.15pt 0 0;"><strong><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;font-family:Arial;">”Saya tidak gagal, tetapi menemukan 9994 cara yang salah dan hanya satu cara yang berhasil. Saya pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal.”<span>  </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;">Sungai Colorado mengalir tabah terus-menerus, melahirkan Grand Canyon. Charles Goodyear yang tekun, membuahkan ban yang memungkinkan kendaraaan melaju kencang. Tabahnya Wright bersaudara membuahkan pesawat terbang. Bethoven, mengisi dunia dengan musik inspiratif, John Milton membuahkan karya puisi indah yang menyejukkan hati, perempuan tuna netra yang tegar Helen Keller, memberikan harapan kepada semua orang cacat, ketabahan Abraham Lincoln membuatnya terpilih menjadi presiden. Dan, tentu, Thomas Alfa Edison, memberi kita cahaya listrik. Kesuksesan tergantung pada kekuatan untuk bertahan. Kurang tabah merupakan salah satu alasan orang gagal dalam bisnis, politik, dan kehidupan pribadi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="kutipan2" style="margin:0 0 0 77.95pt;"><strong><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;font-family:Arial;">Setiap orang sukses menyatakan bahwa kesuksesan hanya berada di luar ketika mereka yakin idenya akan berhasil.”</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;margin:0;" align="right"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Dr. Napoleon Hill</span></em><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="subbab" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"><strong>MENARIK HIKMAH, JANGAN MENYERAH</strong> </span></p>
<p class="kutipan" style="margin:0 14.15pt 0 0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;"><strong> </strong></span></span></p>
<p class="kutipan2" style="margin:0 0 0 77.95pt;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span style="font-size:x-small;">Anda tumbuh menjadi semakin dewasa dan bijaksana. Dulu Anda menanggung kegagalan secara pribadi. Ketika kulit Anda mulai berkerut sejalan dengan perjalanan usia, Anda cenderung belajar dari kesalahan &#8211; kesalahan Anda</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;margin:0;" align="right"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Cheong Chonng Kong</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="kutipan2" style="margin:0 0 0 77.95pt;"><strong><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;font-family:Arial;">Secara sederhana, kegagalan adalah situasi tak terduga yang menuntut transformasi dalam sesuatu yang positif. Jangan lupa bahwa Amerika Serikat merupakan hasil dari kegagalan total. Karena Columbus sebenarnya ingin mencari jalan ke Asia.</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;margin:0;" align="right"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Eugenio Barba.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;">Mengantisipasi bencana sejak dini, karakteristik seorang entrepreneur. Jangan biarkan kebanggaan dan sentimen mempengaruhi</span><strong><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"> </span></strong><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">keputusan-keputusan Anda. Sebuah gagasan gagal, adalah pelajaran ada saat untuk bangkit kembali untuk mengejar target-target Anda berikutnya. </span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="kutipan2" style="margin:0 0 0 77.95pt;"><strong><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;font-family:Arial;">Babe Ruth, pemain baseball terkenal, tidak hanya mencetak 714 home run, namun dia juga pernah luput (strike out) 1330 kali. </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 1in;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"><strong> </strong></span></em></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;">Ray Meyer, pelatih bola basket legendaris di DePaul University telah memimpin timnya memenangkan 37 musim, kompetisi. Saat timnya kalah, setelah kemenangannya yang ke-29, dia ditanya bagaimana perasaannya. “Luar biasa!” katanya. “Sekarang kami dapat mengkonsentrasikan diri bagaimana memenangkan permainan daripada memikirkan kekalahan ini.”</span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Kegagalan, jangan biarkan sebagai sesuatu yang final. Entrepreneur sejati, memandang<span>  </span>kegagalan sebagai awal, batu loncatan untuk<em> </em>memperbaharui kinerja bisnis mereka di masa mendatang. Pemimpin tidak menghabiskan waktunya memikirkan kegagalan. </span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Untuk memicu kesiapan mental Anda, kita belajar dari cerita<em> </em>tentang seorang eksekutif IBM yang memiliki prospek cerah. Ia baru saja melakukan kesalahan transaksi yang merugikan perusahaan jutaan dollar. Thomas J. Watson, pendiri IBM, memanggil eksekutif muda itu ke<em> </em>kantornya. Spontan eksekutif itu berkata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;margin:0 0 0 0.5in;"><strong><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></em></strong></p>
<p class="kutipan" style="margin:0 14.15pt 0 0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;"><strong> </strong></span></span></p>
<p class="kutipan2" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span style="font-size:x-small;">Perusahaan seperti milik kami harus menciptakan suasana di mana orang-orang tidak takut mengalami kegagalan. Ini berarti kami menciptakan sebuah organisasi dimana kegagalan tidak hanya ditoleri tetapi ketakutan dikritik karena menyampaikan gagasan bodoh juga dihilangkan. Jika tidak, maka banyak orang yang merasa cemas dan tidak nyaman. Dan gagasan-gagasan brilian yang sangat potensial tak akan pemah terucapkan dan tak akan pemah terdengar. Kegagalan masih bisa ditolerir selama itu tidak menjadi kebiasaan.</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"><span>            </span><em>Michael Eisner, Walt Disney Corp.</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;">Jadi? Ya, gagal bukan kiamat bisnis, tapi jangan kelewatan. Apalagi menjadi “kebiasaan”. Kerjakan yang mampu dilakukan, semakin terbatas sumber dana, Anda patut semakin bijaksana. fahami, kapan harus meminimalisasi kerugian.<span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="subbab" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><strong><span style="font-size:large;color:#999999;"><span style="color:#000000;font-family:Arial;">BILA JATUH, CEPATLAH BANGKIT</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="kutipan2" style="margin:0 0 0 77.95pt;"><strong><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;font-family:Arial;">Di dunia kerja, yang disebut masalah sesungguhnya adalah kesempatan yang menunggu, dipungut.</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;margin:0 0 0 3in;" align="right"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Henry J. Kaiser</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="kutipan2" style="margin:0 0 0 77.95pt;"><strong><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;font-family:Arial;">”Bagi saya pribadi, krisis Asia telah berakhir pada saat dimulainya persaingan untuk mendapatkan hotel Regent Bangkok pada bulan Maret<span>  </span>1999. Setelah melewati masa-masa sulit selama dua tahun sebelumnya, mendadak saya memutuskan mengikuti lomba balap Ferari di Perancis serta bersaing di ring dengan Goldman Sachs Co., salah satu bank investasi terbesar dunia.”</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;margin:0;" align="right"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">William E. Heinecke, konglomerat Thailand </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;">Pembaca, saat banyak konglomerat bangkrut dan bank-bank mengalami kegagalan di Thailand, tujuh hotel milik Heinecke, restoran siap saji dan perusahaan lainnya terus berusaha keras keluar dari krisis serta berusaha mendulang keuntungan di tahun 1998. Meskipun banyak analis meramalkan tentang pertumbuhan ekonomi pada tahun 1999 dan menguji </span><em><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Baht</span></em><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"> Thailand, tidak banyak perusahaan yang bisa menandingi kemampuan kerja kelompok bisnis Heinceke. </span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Fantastis, hotel Heinecke mengalami kenaikan 24%, 246 restoran kelompok bisnisnya menarik lebih dari tak kurang dari lima juta pelanggan! Pada tahun 1997 kelompok perusahaan Heineke mengalami kerugian 1 milyar <em>baht</em>, tetapi setahun kemudian tiga perusahaannya yang telah <em>go public</em>, mendapatkan keuntungan bersih 500<em> </em>juta baht, pada triwulan pertama tahun 1999, keuntungannya lebih banyak lagi.</span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Belum yakin, kegagalan, hanyalah sebuah tikungan tajam yang menuntut ”kendaraan” usaha, sedikit mengurangi kecepatan, lalu di depan, begitu melihat ”jalan mulus peluang”, Anda bisa menebusnya dengan kecepatan yang lebih tinggi. Bisnis Heinecke di Thailand, saat ini benar-benar telah pulih. </span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Regent Bangkok, salah satu<em> </em>hotel terbesar di Asia, tingkat huniannya tetap tinggi. Saat itu, Regent di bawah kontrol beberapa perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan dan manajerial seperti halnya perusahaan-perusahaan lainnya di Thailand sehingga mereka berusaha untuk menjual saham Regent. Regent dimiliki oleh Rajadamri Hotel Company yang kemudian 32% sahamnya dimiliki oleh sebuah perusahaan Jepang yang telah bangkrut yang diwakili oleh sebuah bank Jepang yang cukup besar.</span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Masih ada lagi faktor lain yang lebih penting. Rajadamri Hotel Company juga memiliki 26% saham hotel bintang lima milik Heinecke, di Thailand Utara, Regent Chiang Mai. Heineke enggan menjualnya pada orang asing karena ia tak ingin ada orang asing menguasai tanah keramat itu. Bagi Heinecke, ikut ambil bagian dalam kepemilikan saham Regent Bangkok yang dijual pada awal tahun 1999 merupakan tindakan yang tepat, setelah sebelumnya ia sudah memiliki saham Regent hampir 29%.</span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Apa kata Heineke tentang pelintasan bisnisnya yang penuh tikungan di masa krisis ini?</span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">“Ini adalah persaingan dimana saya harus mengeluarkan segala strategi dan kemampuan yang telah saya pelajari : mempercayai intuisi, menggunakan jaringan kerja kontrak yang mapan, menggunakan sejumlah pakar dan merencanakan strategi-strategi dalam situasi yang selalu berubah cepat jika diperhatikan, persaingan ini merupakan mikrokosmos semua strategi. Saya berusaha menguji kemampuan saya dengan lawan-lawan yang benar-benar tangguh. Goldman Sachs, salah satu grup investasi terkuat di dunia ini, merupakan pemegang saham individu terbesar Regent Bangkok, tapi itu tidak berarti bahwa mereka bisa berbuat sesuka hatinya. Saya kira bagi seorang yang tidak lulus perguruan tinggi, hasil seperti ini sudah cukup memuaskan”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="subbab" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><strong><span style="font-size:large;color:#999999;"><span style="color:#000000;font-family:Arial;">BILA SEMUANYA GAGAL</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="kutipan" style="margin:0 14.15pt 0 0;"><strong><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;font-family:Arial;">Tekun, mengerahkan segenap daya, dan masih gagal juga. Apa yang harus kita lakukan?</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"><strong> </strong></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;">Saat gagal menimpa, kendati lelah dan kecewa berat, jangan matikan energi kreatif Anda. Tetaplah berpikir kreatif. Sempurnakan produk yang ada, atau hasilkan produk baru atau usaha baru yang mungkin belum terpikirkan. </span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Jangan terpaku pada karier dan keterampilan yang dimiliki, yang terlalu lama bersandar pada lingkungan di mana kita dibesarkan atau selama ini bergulat. Kadang kala apabila seseorang gagal setelah berusaha dengan tabah dan mengerahkan sepenuh tenaga untuk sekian lama, mungkin tiba saatnya ia mengkaji kembali bidang yang digeluti dan menilai apakah ia mampu untuk mendapatkan apa yang dinginkannya di bidang tersebut.</span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Banyak cara untuk mencapai<span>  </span>tujuan hidup. Sebagian lebih cepat atau lebih lambat daripada yang lain. Sebagian kurang berisiko tetapi lebih lambat daripada yang lain.</span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Saran kami, janganlah terlalu kaku mengatakan bahwa Anda tidak bisa berubah. Kami sendiri, kerap berubah seiring dengan perkembangan <em>in put </em>dan stimulasi kondisi di sekitar kami. Tanpa itu, bagaimana mungkin kami menyusun sebuah buku, memberi pencerahan bagi banyak orang? </span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Kadang kala dalam kehidupan kita terpaksa menekuni bidang usaha yang berlainan dan kita mesti menyesuaikan segala<span>  </span>keterampilan dan bakat yang tidak kita peroleh dari bidang-bidang usaha di masa lalu. Lalu? Salurkan kekuatan itu di bidang usaha yang baru. Mungkin, kita dipaksa mempelajari keterampilan baru, sebagai konsekuensi menghadapi tantangan serba-baru itu.</span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Pernahkah Anda bertanya bagaimana orang Jepang bangkit kembali dari kehancuran PD II untuk menjadi pengusaha ekonomi yang unggul saat ini? Dulu, produk Jepang sempat dinilai murahan, tidak berkualitas, dan stigma jelek lainnya. Tapi sekarang, sulit bagi kita untuk hidup tanpa barang-barang buatan Jepang di dalam rumah kita. Ini tidak hanya berlaku di Negara kita saja, tetapi bahkan di seluruh dunia.</span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Orang-orang Jepang tidak menciptakan mobil. Tidak juga kamera, kulkas, televisi, AC, mesin cuci, penghisap debu, film atau system perangkat audio berkualitas tinggi. Mereka tidak menciptakan banyak benda. padahal yang mereka lakukan ”hanyalah” meniru. </span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Hakikat :peniruan ala Jepang”, sarat pesan penting bagi calon entrepeneur. Di sana ada proses penyempumaan<span>  </span>tanpa kenal lelah, sampai akhirnya ”tiruannya” lebih baik dari aslinya! Mereka menggunakan ”kreativitas” untuk menyempumakan barang yang sudah ada. Tak ada yang membantah, Jepang meraih suksesnya. Kultur entrepreneurship tumbuh subur di sana, menyebar menguasai dunia.</span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Jika Anda menyadari bahwa Anda tidak berhasil mencapai tujuan Anda pada suatu pekerjaan di mana Anda telah dilatih untuk melakukannya, latihlah atau lengkapi diri Anda dengan pekerjaan yang memberi peluang meraih yang lebih baik di masa depan. Janganlah gantungkan diri Anda pada satu keterampilan saja. Sebagai manusia, Tuhan memberi kita kemampuan untuk mempelajari keterampilan baru dan menerjuni bidang usaha lain. Jangan ”hidup-mati” Anda gantungkan pada satu bidang saja. Orang lain bisa sukses. Anda tentu juga bisa. hanya saja, ada yang lekas tercapai, ada yang masih berliku. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="kutipan" style="margin:0 14.15pt 0 0;"><strong><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;font-family:Arial;">”Jangan malu karena gagal, …seperti Christopher Colombus.”</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="kutipan2" style="margin:0 0 0 77.95pt;"><strong><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;font-family:Arial;">”Ketahuilah apa yang akan Anda lakukan, lakukanlah dan jangan menunda kembali. Jika Anda membuat kesalahan, buatlah kesalahan yang hebat. Seperti orang yang sampai di persimpangan jalan dan bertanya,”Arah manakah yang perlu saya tuju, arah sana atau sini?” Pergi saja! Pilih satu arah dan pergilah. Unsur masa itu pasti ada. Segala sesuatu mempunyai waktu dan tempat yang wajar.”</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:right;margin:0 0 0 1in;" align="right"><em><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;">Gum Rutt</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;">Tengok kiri-kanan Anda. Produk Cina, membanjiri negeri ini. Bayangkan, seperti apa sepuluh atau duapuluh tahun yang akan datang? Akankah ini kita terima sebagai ”keharusan ekonomi”? Tidakkah Anda mulai berpikir hal yang sebaliknya? Kita pun Bisa!!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<div></div>
<p></span></span><span style="font-size:small;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<p> </p>
<p></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pengusahamuda.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pengusahamuda.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengusahamuda.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengusahamuda.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengusahamuda.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengusahamuda.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengusahamuda.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengusahamuda.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengusahamuda.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengusahamuda.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengusahamuda.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengusahamuda.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=49&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/05/15/apa-yang-diperlukan-untuk-menghadapi-kegagalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada6facb75bde084d5c9f1d48b6835a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">illuminates</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENJADI BOSS BAGI DIRI SENDIRI</title>
		<link>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/04/16/menjadi-boss-bagi-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/04/16/menjadi-boss-bagi-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 13:41:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mully</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pengusahamuda.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[ 
      Anda mulai panas? Anda pikir Anda sudah mempunyai apa yang diperlukan untuk menjadi seorang wiraswastawan? Anda sudah baca semua kisah sukses tentang orang lain dan itu membuat anda ”kepanasan”? Benar, pembaca, kalau itu terjadi, tiba saatnya untuk menjadi boss bagi diri Anda sendiri. Tapi, apakah Anda sudah siap meninggalkan pekerjaan yang bagus dan nyaman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=48&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"></span> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">      Anda mulai panas? Anda pikir Anda sudah mempunyai apa yang diperlukan untuk menjadi seorang wiraswastawan? Anda sudah baca semua kisah sukses tentang orang lain dan itu membuat anda ”kepanasan”? Benar, pembaca, kalau itu terjadi, tiba saatnya untuk menjadi boss bagi diri Anda sendiri. Tapi, apakah Anda sudah siap meninggalkan pekerjaan yang bagus dan nyaman dengan gaji bulanan, kantor modern, sekretaris yang efisien, dan perasaan aman yang datang pada saat anda bekerja untuk sebuah organisasi yang mapan?</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Seorang teman yang telah bertahun-tahun bekerja pada perusahaan penerbangan nasional terbesar, dengan ribuan staf, gaji jutaan, fasilitas lengkap, tiba-tiba saja memutuskan keluar dan berwirausaha. Kata-kata yang pertama diterimanya adalah,</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">”Apakah kamu gila?”, ….”Kamu menghancurkan sebuah karir yang menjanjikan”…..dan caci maki lainnya. Belum lagi perasaan anak-istri, orangtua dan saudara lainnya yang tidak bisa berucap&#8230; </span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Diperlukan keberanian besar untuk menulis surat pengunduran diri. Masih yakinkah Anda mempunyai segala sesuatu yang akan mengantarkan Anda menjadi seorang wiraswastawan sukses? Lalu apa yang akan Anda kerjakan? Peraturan pertama kewirausahaan, latihlah diri Anda untuk melihat kekosongan atau celah di pasar, lalu mengisinya.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Lihatlah sekeliling Anda. Lihatlah orang di jalanan, mereka yang duduk di belakang mesin jahit, pelayanan apa yang<span>  </span>akan dia berikan? Lihatlah wanita perempuan penjual sate ayam di dekat penginapan murah itu, mengapa ia pilih lokasi itu? Bagaimana dengan hotel baru di jalan utama itu, mengapa bisa begitu sukses? Bagaimana dengan orang yang bekerja di bagian komputer itu bisa sangat sukses dalam bisnis program perangkat lunaknya sendiri?</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Ada</span><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"> satu jawaban singkat untuk semua pertanyaan ini: bisnis ini eksis karena ada yang membutuhkan mereka. Tidak peduli apakah Anda berusaha dengan paha ayam, rumah makan bagus atau <em>website</em>. Atau, apakah anda berbicara tentang putaran harian Rp100.000 atau Rp.100.000.000. Dari mulai Tanah Abang – Jakarta Pusat, Glodok – Jakarta Pusat, bahkan daerah Sawangan, Depok Privinsi jawa Barat, prinsipnya sama:</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">- Keberhasilan dalam bisnis</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">- Bekerja dengan prinsip </span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">- Menemukan sebuah kekosongan </span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">- Dan mengisinya!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;color:#000000;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Ketika dunia laki-laki digemparkan dengan ditemukannya pil biru Viagra yang sebenarnya adalah obat pemacu jantung, tapi kemudian jadi pemacu organ kejantanan pria, beberapa tahun lalu serentak seluruh dunia mempublikasikannya (ingat, Viagra tidak pernah beriklan di media manapun). Hasilnya, Viagra menjadi </span><em><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">product of the year<span>  </span></span></em><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">dan menghasilkan miliaran dollar bagi penemunya.<span>           </span></span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Kasus Viagra di dunia, rupanya memberikan inspirasi bagi Simon Jonathan. Setelah sebelumnya sukses melahirkan <em>Extra </em>Joss, yang menghasilkan ratusan miliar, kemudian muncullah <em>Irex </em>yang kurang lebih sama fungsinya dengan Viagra. Dengan tag line ”Kado Ulang Tahun Mama”, dan dikemas dengan iklan yang diperankan oleh laki-laki kurus kering dan loyo, tiba-tiba menjadi perkasa setelah meminum <em>Irex</em>, hasilnya, produk ini meledak di pasaran. Ya, mereka jeli melihat peluang, kekosongan dan mengisinya.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Lalu mengapa bukan Anda<span>  </span>yang melakukan ini? Jika Anda yang pertama menawarkan kepada publik sesuatu yang dibutuhkan publik dan tidak didapatkan dari orang lain, atau jika Anda berhasil mengantisipasi sebuah kebutuhan di masa depan, Anda memiliki sebuah kesempatan bagus untuk menjadi kaya. Sampai saat adanya kompetisi, Anda akan memiliki semua pasar itu sendirian.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Sejarah memberikan banyak contoh wiraswastawan yang menjadi sukses dengan memenuhi atau mengantisipasi kebutuhan akan produk baru. Isaac Merit Singer memproduksi mesin jahit yang cocok untuk bekerja di ruang terbatas, bahkan di dalam kamar sekalipun. Henry Ford memakai metode jalur perakitan untuk memproduksi mobil yang bisa<span>  </span>dibeli orang biasa. George Eastman melihat kebutuhan akan kamera kecil yang bisa dibawa-bawa.<span>  </span>Ray Krock dari Mc Donald melihat potensi usaha waralaba makanan cepat saji.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Darimana datangnya gagasan-gagasan seperti itu? Ada tiga macam sumber gagasan : </span></span></p>
<p class="Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><em><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Pertama</span></em></strong><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">, pekerjaan Anda. Pekerjaan yang sudah Anda kerjakan bisa menjadi sebuah potensi sumber gagasan, Karena disitulah naluri bisnis Anda sudah dikembangkan. </span></span></p>
<p class="Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><strong><em><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><em><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Kedua</span></em></strong><strong><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">,</span></strong><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"> hobi atau minat Anda di luar pekerjaan, karena itu adalah sebuah wilayah lain dimana Anda memiliki suatu perasaan alamiah. </span></span></p>
<p class="Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><strong><em><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></em></strong></p>
<p class="Bodytext" style="text-indent:0;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><em><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Ketiga, </span></em></strong><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">adalah apa yang sering disebut orang sebagai ”observasi pejalan kaki”, atau mengenali sebuah peluang melalui suatu perjumpaan biasa, atau suatu insiden dalam kehidupan sehari-hari Anda.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Kalau Anda yang pertama, maka Anda tidak harus brilian. Nanti Anda akan<span>  </span>memiliki waktu untuk mengembangkan dan memperbaiki segala sesuatu yang pemah Anda lakukan. Tapi ketika yang lain mulai berkompetisi dengan Anda, maka Anda harus menjadi yang terbaik.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="subbab" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:large;"><strong> </strong></span></span></p>
<p class="subbab" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="font-family:Arial;"><strong><span style="font-size:large;">Bekerja Keras</span></strong></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Nasib seorang wiraswastawan tidak mudah. Anda harus bekerja keras. Namun, karena Anda<span>  </span>bekerja disebagian besar waktu Anda, pasti ada harga yang harus dibayar. Korban pertama adalah kehidupan sosial Anda. Waktu untuk berkencan, untuk keluarga, bahkan untuk bersenang-sengang tidak akan anda miliki pada masa-masa awal menjalankan bisnis anda.. Bisa-bisa ini menjadi sebuah kehidupan yang sunyi.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Dalam keadaan seperti ini Anda sangat beruntung apabila memiliki kekasih atau seorang istri yang setia menemani dalam suka maupun duka. Karena menjadi seorang wirausahawan juga adalah masalah daya tahan. Seperti mendung di musim hujan. Setelah hujan pun turun, langit akan menjadi cerah kembali.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Ada</span><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"> kompensasi. Semakin keras Anda bekerja, maka Anda akan semakin beruntung. Kami punya rekan, namanya Apiko Joko Mulyono. Dia, ”cuma” reporter di tabloid keluarga muslim, Fikri namanya. Sebagai <em>employee — </em>kalau mengikuti teori kuadran Robert T. Kiyosaki – berkat dorongan kami, dan ”keahlian interpersonalnya”,<span>  </span>berkomunikasi, ia kami desak menjadi jurnalis ”semi-bisnis” dalam arti, memfungsikan ketrampilan jurnalistik dan lobbynya untuk menulis <em>soft advertorial</em>. Meski awalnya agak ogah-ogahan, ia memula peran-peran semacam copywriter, penulis artikel soft advertorial di tabloidnya (maksudnya: rubrik bernuansa promotif, dengan dua macam kompensasi: penjualan langsung dalam jumlah minimal tertentu, atau semi-iklan). Bung Apiko, meskipun masih sayang profesi jurnalistiknya, mulai menjalankan tugas barunya.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Hasilnya? Luar biasa untuk reporter yang sepanjang empat tahunan bekerja, murni sebagai jurnalis. Apiko berhasil mencapai targetnya. Ia memang bekerja keras, dan agak mengorbankan waktunya untuk keluarga. Bukan itu saja. Ia ”tebal muka” dicibiri sebagai ”jurnalis matre” (materialis, Pen.), karena artikelnya kian selektif pada isu-isu yang ”bergizi” alias bisa menghasilkan ”penjualan langsung” ataupun ”semi advertorial”. Akibat lanjutnya, bisa ditebak. Dari ”main-main” jadi serius. Bossnya, pemimpin perusahaan tabloid Fikri, malah menargetkan jumlah tertentu perminggunya harus ia capai. target itu, tercapai, bahkan beberapa kali terlampaui. Apa yang ia kerjakan, semua orang di perusahaannya tahu. Meski pun berisiko dilecehkan, Apiko tahan banting. <em>The show must go on</em>. Apa yang dikerjakannya, menginspirasi unit bisnis lainnya di bawah payung <em>holding</em> yang sama.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">”Syukur, istri saya sangat pengertian. Untuk kerja keras itu, saya bisa menabung dengan nilai yang lumayan dibanding rekan selevel saya. Saya bisa membeli sepeda motor secara tunai, dalam tahun kedua saya bekerja. Itu sesuatu yang tidak saya bayangkan sama sekali, bahwa saya mampu membelinya.” Itulah Apiko, yang karena masih sayang pada profesi jurnalistiknya, mengaku baru menggunakan belum separuh dari potensi <em>enterprenership</em> yang ada dalam dirinya. </span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="kutipan" style="text-align:right;margin:0 14.15pt 0 0;" align="right"><span style="font-family:Arial;"><strong><span style="font-size:x-small;">”Seseorang yang bekerja 16 jam sehari akan sampai ke tempat yang ingin dicapainya dua kali lebih cepat daripada orang yang bekerja 8 jam sehari.”<span>  </span></span></strong></span></p>
<p class="kutipan" style="text-align:right;margin:0 14.15pt 0 0;" align="right"><span style="font-size:x-small;"><em><span style="font-weight:normal;font-family:Arial;">David Ogilvy</span></em><span style="font-family:Arial;"></span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="subbab" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:large;"><strong> </strong></span></span></p>
<p class="subbab" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="font-family:Arial;"><strong><span style="font-size:large;">Ketekunan</span></strong></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Jaques Cousteau, penyelidik, penemu dan ahli lingkungan dalam sebuah wawancara dengan Eugene Grisham penulis buku <em>Achievement Factors </em>dalam sebuah wawancara di atas sebuah jet carteran menuju Atlanta, mengungkapkan pendapat menarik. Kami kutip untuk Anda.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">”Bagaimana Anda bisa mengerjakan semua itu?” Cousteau terdiam beberapa saat, lalu menjawab.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">”Saya keras kepala – kalau saya punya suatu maksud di kepala saya…saya membuat daftar hal-hal untuk main-main: Amazon, Haiti, kapal Angina. Saya mencoba, dan saya tidak punya uangnya. Saya mencoba lagi, dan saya tidak dapat uangnya, dan setelah sepuluh tahun saya mendapatkannya.”</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Dengan bijaksana, dengan penuh tekat dan ketekunan, selalu mengejar apa yang ia inginkan, kadang cepat, kadang-kadang pelan, ia telah mengalami kemenangan-kemenangan. Pada tahun 1943, tabung oxygen (Aqualung) yang ia kembangkan dengan Emile Gagnan, memberi kesempatan petualangan di bawah air, membuka dunia di bawah air untuk berjuta-juta penyelam <em>scuba</em>. Lalu ia kembangkan keterampilan sebagai seorang ahli fotografi di bawah air, dan pada tahun 1956, ia menangkan Oscar<span>  </span>untuk <em>The Silent World</em>. Sembilan tahun kemudian ia sekali lagi memenangkan oscar untuk <em>World Without Sun</em>. Saat ini usianya 80-an. Dan kakek Cousteau masih bekerja, masih memeriksa hal-hal yang ia catat dalam daftarnya, menyusun daftar, lalu mengeksekusi satu persatu daftar targetnya.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="subbab" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:large;"><strong> </strong></span></span></p>
<p class="subbab" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:large;"><strong> </strong></span></span></p>
<p class="subbab" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:large;"><strong> </strong></span></span></p>
<p class="subbab" style="text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="font-family:Arial;"><strong><span style="font-size:large;">Fokus</span></strong></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Logika ”focusing”, meminjam fenomena matahari. Mahakarya Tuhan ini, sumber energi yang amat kuat, yang setiap jamnya menyinari bumi dengan jutaan kilowatt energi. Siapa pun, bisa ”mandi matahari” berjam-jam dengan risiko yang ringan.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Bagaimana dengan laser? Seberkas sinarnya, adalah energi lemah. Ia hanya membutuhkan beberapa kilowatt energi tetapi bisa difokuskan menjadi sebuah pancaran cahaya yang koheren. Dari seberkas cahaya laser, temuan ilmuwan bisa menggunakannya untuk dari memotong baja sampai mematikan sel kanker.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Beralih pada perbincangan sebuah usaha. Anda bisa menciptakan efek yang sama: sebuah kemampuan kuat laksana laser untuk mendominasi sebuah pasar. Itulah yang kami maksud sebagai ”tindakan memfokuskan”.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Ketika sebuah usaha menjadi tidak fokus, ia akan kehilangan kekuatannya. Usaha itu menjadi seperti matahari, menyebarkan energinya terlalu banyak produk, di pasar yang terlalu luas.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Konsentrasi, kemampuan untuk memberikan perhatian penuh kepada tugas yang dihadapi, dan dalam jangka panjang, <strong><em>berkonsentrasi pada suatu karier</em></strong>, merupakan satu<span>  </span>segi dari fokus. Tetapi bukan hanya itu. Segi lainnya, <strong><em>intensitas</em></strong>. Intensitas melibatkan kemampuan untuk menyalurkan sejumlah besar tenaga pada tugas yang dihadapi. Menjalankannya sebagai kebiasaan, akan meningkatkan karier Anda. Secara analog, fokus mempunyai pengaruh yang sama terhadap pekerjaan seseorang, bak lensa pembesar yang dipegang di atas sehelai kertas pada hari yang cerah. Memegang lensa dengan sudut yang tepat, membuat sinar-sinar berkonsentrasi pada satu titik, sanggup membakar kertas itu.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Prioritas, masuk dalam gagasan fokus. Jangan segan-segan mengubah dan menaruh yang paling penting sebagai nomor satu jika sesuatu yang tak terduga muncul. Bekerjalah atas dasar prioritas.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="kutipan" style="margin:0 14.15pt 0 0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;"><strong> </strong></span></span></p>
<p class="kutipan" style="margin:0 14.15pt 0 0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Tahukah Anda, apa rahasia</strong></span></span></p>
<p class="kutipan" style="margin:0 14.15pt 0 0;"><span style="font-family:Arial;"><strong><span style="font-size:x-small;">nomor satu sukses? Prioritas. </span></strong></span></p>
<p class="kutipan" style="text-align:right;margin:0 14.15pt 0 0;" align="right"><span style="font-size:x-small;"><em><span style="font-weight:normal;font-family:Arial;">Helen Gurley Brown</span></em><span style="font-family:Arial;"></span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Tentukanlah apa prioritas puncak dalam pekerjaan dengan berpikir secara cermat untuk apa perusahaan mempekerjakan Anda. Banyak orang membuat kesalahan dengan bekerja keras untuk tiap tugas yang mereka hadapi, tanpa atau dengan sedikit sekali memperhitungkan pentingnya tugas-tugas itu. Pada akhir hari, mereka akan sangat kelelahan, sambil memuji diri sendiri karena semua pekerjaan sudah diselesaikan. Sayangnya, ada saja yang tanpa sadar sudah membelakangkan pekerjaan penting (<em>important</em>) dan mendesak (<em>urgent</em>). Penting saja, mungkin bisa saja bukan di uturan teratas, tapi <em>urgent</em>, sesuatu yang terkait dengan <em>deadline</em>, yang tak bisa tidak, ia didahulukan atau sesuatu yang buruk menghadangnya.</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="kutipan" style="text-align:right;margin:0 14.15pt 0 0;" align="right"><span style="font-family:Arial;"><strong><span style="font-size:x-small;">Letakkanlah surat-surat, memo-memo dan peringatan-peringatan tentang semua tugas lainnya yang menunggu dalam map-map dengan tanda prioritas A, B, dan C.</span></strong></span></p>
<p class="Bodytext" style="text-align:right;margin:0;" align="right"><span style="font-size:small;"><em><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Alan Lakein, Konsultan Manajemen Wakt</span></em><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">u </span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Membahas soal fokus, bisa kita mengutip pendapat Eugene Grisham dalam <em>Achievement Factor</em>, buku <em>best seller </em>dunia itu. Ia bercerita tentang faktor-faktor sukses hasil wawancara bertahun-tahun dengan tokoh-tokoh sukses dunia. Kesimpulan buku itu cuma satu: “Untuk sukses besar dalam suatu bidang, apapun bidangnya, dibutuhkan waktu setidaknya sepuluh tahun dengan tetap berfokus pada bidang tersebut.”</span></span></p>
<p class="Bodytext" style="margin:0;"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Kami yakin benar dengan kesimpulan buku itu. Kami punya bukti, seorang yang cukup kami kenal, sejak lulus SMA, hidup dari berdagang dan<span>  </span>tak pemah berpindah-pindah bidang usaha kecuali pada produk rumah tangga yang sangat digemari kaum ibu. Kenyataannya, tak sampai sepuluh tahun, ia sukses di bidang yang digelutinya. Itulah kekuatan fokus. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Bak air yang menetesi sebuah batu, setetes demi setetes; hari berganti hari, tahun berganti tahun, pada saatnya, kita akan terkaget-kaget melihat kenyataan bahwa batu tersebut telah menjadi cekung hanya karena tetesan air.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-size:9pt;color:#ff0000;font-family:Arial;">Taken From Best Friend.. Thanks to Dita!</span></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pengusahamuda.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pengusahamuda.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pengusahamuda.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pengusahamuda.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pengusahamuda.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pengusahamuda.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pengusahamuda.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pengusahamuda.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pengusahamuda.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pengusahamuda.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pengusahamuda.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pengusahamuda.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pengusahamuda.wordpress.com&blog=1019343&post=48&subd=pengusahamuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pengusahamuda.wordpress.com/2008/04/16/menjadi-boss-bagi-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ada6facb75bde084d5c9f1d48b6835a6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">illuminates</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>